Belajar Tatap Muka di Kepri Dibuka Oktober 2021, Kadisdik: Persiapan sudah Lama
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut uji coba belajar tatap muka di Kepri akan dimulai pada Oktober 2021. Hal ini disambut baik Kadisdik Kepri M Dali
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Uji coba belajar tatap muka di Kepulauan Riau (Kepri) akan dilakukan pada Oktober 2021.
Hal ini disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menyerahkan bantuan ke masyarakat terdampak pandemi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kepri di Hang Tuah, Tanjungpinang.
"Insaa Allah kita akan kembali melakukan proses belajar tatap muka pada Oktober mendatang," ujarnya kepada masyarakat sekitar yang hadir dalam kegiatan sosial tersebut, Rabu (8/9/2021).
Kurang lebih sebulan waktu menuju proses belajar tata muka diberlakukan, ia meminta pihak terkait untuk betul-betul memperhatikan protokol kesehatan ketat.
"Tentu segala persiapan protokol kesehatan ketat harus dilakukan. Baik mulai datang sekolah, di dalam kelas bagaimana, sampai pulang sekolah," ucap Ansar.
Kabar ini pun disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, M Dali. Untuk persiapan sekolah tatap muka, ia menyampaikan sudah menyiapkan dari jauh hari.
"Kalau persiapan sudah lama kita siapkan. Tinggal menunggu apakah ada teknis yang harus ditambah dan dikaji kembali," ujar Dali.
Dali juga menyebutkan, daerah yang mengadakan proses tatap muka tetap atas kebijakan dari kepala daerahnya.
"Memang pada level 3 sudah boleh dilakukan dengan kapasitas dan prokes ketat sesuai ketentuan. Namun pertimbangan tetap pada kepala daerah. Kita tetap menunggu keputusan dari kepala daerah," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri mengatakan, pihaknya juga akan mengkroscek langsung segala persiapan proses belajar tatap muka nantinya.
"Keinginan Pak Gubernur dan kita semua pastilah agar jangan sampai malah ada klaster siswa saat tatap muka sudah berjalan. Jadi prokes ketat wajib dilakukan," ujarnya.
Selain itu, dorongan vaksinasi terhadap para siswa dan tenaga pengajar juga menjadi modal dan syarat saat belajar tatap muka dilakukan.
"Vaksin yang harus diketahui bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh. Jadi salah satu upaya agar mencegah terpapar Covid-19," ucapnya.
Dari data perkembangan vaksinasi anak usia 12-17 tahun di Kepri, sudah sebanyak 148.819 orang divaksin atau sebesar 71,66 persen dari sasaran target.
Sementara untuk dosis kedua sudah 57.000 orang atau 27,45 persen dari sasaran target.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0809gubernur-kepri-ansar.jpg)