Breaking News:

CORONA KEPRI

SEORANG Warga Tanjungpinang Meninggal Kena Covid-19, 27 Berhasil Sembuh

Jumlah kasus aktif di Tanjungpinang semakin menurun seiring bertambahnya pasien sembuh di kota ini. Namun, jumlah pasien meninggal juga masih ada.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Tri Indaryani
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Petugas saat memakamkan jenazah pasien covid-19 belum lama ini. Jumlah kasus aktif di Tanjungpinang semakin menurun seiring bertambahnya pasien sembuh di kota ini. Namun, jumlah pasien meninggal juga masih ada. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penanganan kasus Covid-19 di Kota Tanjungpinang menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Hal itu dilihat dari semakin menurunnya jumlah kasus baru dan makin bertambahnya pasien sembuh.

Bahkan, kini Kota Tanjungpinang tidak lagi berada pada status zona merah melainkan berada di zona orange.

Berdasarkan data satuan gugus tugas Covid-19, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang per tanggal 14 September 2021 terdapat 10.015 total kasus.

Dari jumlah ini, ada sebanyak 134 pasien kasus aktif yang terdiri dari 90 pasien isolasi mandiri, 20 pasien rawat di Rumah Sakit, 22 pasien karantina Lohass Hotel dan ada 2 pasien dirawat di Mess Bhayangkara.

Adapun jumlah pasien selesai isolasi (sembuh) bertambah sebanyak 27 orang sehingga total menjadi 9.487 orang. Dan untuk jumlah meninggal bertambah 1 orang dengan total menjadi 394 orang.

Baca juga: 4 Pasien Covid-19 di Kepri Meninggal, 79 Sembuh, Pasien Baru Tambah 34 Orang 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma menyebutkan, nantinya Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang akan terus melakukan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya. 

"Bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan," ujar Rahma, Rabu (15/9/2021)

Rahma juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi Covid-19 ini. 

"Protokol kesehatan 5 M ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama," imbaunya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved