Kamis, 28 Mei 2026

Mengenal Lebih Dekat Tanaman Bonsai Dari Kacamata Penasehat PPBI Cabang Tanjungpinang

Pencinta Bonsai di Tanjungpinang menyebut versi lain soal asal mula bonsai. Ia menyebut bonsai berasal dari India. Tidak semua tanaman bisa dibonsai

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Mengenal Lebih Dekat Tanaman Bonsai Dari Kacamata Penasehat PPBI Cabang Tanjungpinang. Foto pameran bonsai di Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Bonsai, nama ini tentu sudah tak asing lagi bagi pencinta bunga khususnya.

Bonsai merupakan tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal, dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.

Bagi yang belum tahu, bonsai sendiri adalah pelafalan bahasa Jepang untuk Penzai.

Menanam bonsai merupakan pekerjaan sambilan samurai zaman Edo, saat bonsai mencapai puncak kepopuleran.

Baca juga: CERITA Penggila Bonsai dari Tanjungpinang, Berawal Hobi Hingga Dulang Rupiah

Baca juga: Demo Bonsai di BCS Mall Batam, ASLI Datangkan Para Trainer, Kasih Tips Bagi Pemula

Sejak zaman Meiji, bonsai dianggap sebagai hobi yang bergaya.

Namun, pemeliharaan bonsai dan penyiraman memakan banyak waktu.

Sejalan dengan lingkungan tempat tinggal di Jepang yang makin modern dan tidak memiliki halaman, penggemar bonsai akhirnya terbatas pada kalangan berusia lanjut.

Ada versi lain yang disampaikan asal mulai Bonsai tersebut oleh salah satu pencinta Bonsai di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sebagai penasehat di Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Tanjungpinang, Aris menceritakan, asal mula bonsai berasal dari India.

"Dimana di India agama mayoritas itu Hindu Buddha. Jadi pada waktu itu, setiap rumah-rumah mereka ada pohon untuk sembahyang yang dipetik-petik.

Itulah awal mula kenapa pohon itu kerdil.

Berjalannya waktu, agama Hindu Buddha masuk ke China, Jepang dan negara-negara lainnya dengan seni tanam mengkerdilkan pohon tersebut," sebutnya.

Sisi seni Bonsai juga mencakup berbagai teknik. Mulai dari pemotongan, pemangkasan tanaman, hingga pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu.

Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan. Antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah.

Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya.

Selain itu, kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut.

Nah, karena tanaman termasuk makhluk hidup, tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai itu sendiri.

Pertanyaann pun muncul, lantas apakah semua pohon atau tanaman bisa dibonsai?

"Tidak semua pohon bisa dibonsai. Biasanya bonsai itu pada pohon atau tanaman berbatang keras, pertumbuhan cepat dan berdaun yang kecil.

Intinya bonsai itu seakan melihat pohon atau tanaman itu sudah tua, namun hanya dari sebuah pot," jelas Aris.

Aris juga menyampaikan, dalam ajang perlombaan bonsai, ada banyak hal yang dinilai para dewan juri.

"Pertama dari kematangan pohon, atau istilahnya kesangaran pohon. Batang, lengan, anak lengan harus kokoh.

Kalau dia sudah sampai tujuh ranting baru bisa dikatakan matang. Dalam penilaian juri, hanya bisa memandang hanya dari depan saja. Jadi fokus pandangan juri saat memberikan penilaian dari depan," ujarnya.

Aris pun menginformasikan, bahwa pada November 2021 ini akan digelar pameran bonsai tingkat nasional di Tanjungpinang.

"Insha Allah bulan November ada pameran nasional bertempat di RRI Tanjungpinang. Jadi kepada pencinta bonsai dan khususnya bagi generasi muda, hobi menanam, bonsai punya banyak manfaatnya, dan bisa mendatangkan finansial juga," sebutnya.

Berikut link video facebook: https://fb.watch/83Wc9rIn6d/

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved