Breaking News:

HUMAN INTEREST

CERITA 'Penggila' Bonsai dari Tanjungpinang, Berawal Hobi Hingga Dulang Rupiah

Penggemar bonsai tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia atau PPBI Cabang Tanjungpinang. Bagaimana kisah mereka?

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
CERITA 'Penggila' Bonsai dari Tanjungpinang, Berawal Hobi Hingga Dulang Rupiah. Foto Ketua PPBI Cabang Kota Tanjungpinang, Masroni saat mendemonstrasikan cara perawatan tanaman bonsai di Warung Kopi WW, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Rabu, (7/4/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Setidaknya sudah empat hari berturut-turut sejumlah anggota penggemar bonsai mendiami sepetak lahan tepat di samping Waroeng Kopi WW, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Meski konturnya sedikit berpasir, terlihat variasi bunga bonsai mulai dari ukuran kecil hingga besar.

Bibit hasil cangkokan maupun bonsai dengan usia puluhan tahun tertata rapi dengan indah, di atas meja seolah sedang menggelar pameran.

Sesekali terlihat anggota penggemar bonsai berkerumun sedang mendemonstrasikan cara perawatan tanaman yang ditaksir seharga puluhan juta Rupiah tersebut.

Ada pula beberapa alat dan bahan yang sederhana yang mudah untuk dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti kawat bonsai dan tang pemotong kawat serta pot dan tanah hitam seperti bercampur pasir.

Ketua PPBI Cabang Kota Tanjungpinang, Masroni saat mendemonstrasikan cara perawatan tanaman bonsai di Warung Kopi WW, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Rabu, (7/4/2021).
Aneka tanaman bonsai di Warung Kopi WW, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Rabu, (7/4/2021).

Penggemar tanaman bonsai tersebut ternyata tergabung dalam wadah organisasi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia atau PPBI Cabang Tanjungpinang yang kini memiliki 60 orang anggota aktif.

Organisasi yang berdiri di awal Tahun 2005 dan sempat vakum ini, setidaknya telah empat kali menggelar pemilihan ketua.

Dia adalah Masroni atau yang biasa disapa Soni oleh sesama rekan-rekan penggemar bonsai.

Tampil sederhana dengan baju kaos berwarna hijau dan celana jeans tanggung ini terlihat tengah asyik memasang kawat pada dahan bonsai, sembari berbincang-bincang dengan rekan-rekannya.

Pria paruh baya yang telah berusia 52 tahun tersebut, mengaku sangat menggemari tanaman bonsai sejak 17 tahun terakhir.

Halaman
123
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved