Kamis, 30 April 2026

Waspada, Kenali 3 Ciri Investasi Bodong yang Bisa Bikin Bangkrut, Serta Tips Cara Menghindarinya

Hadirnya investasi bodong ini jelas merugikan pihak investor karena modal utama mereka hilang dan burujung buntung. Kenali ciri-ciri investasi bodong.

Tayang:
ist
Investasi Bodong terus marak, kenali ciri-cirinya. Foto: Ilustrasi investasi bodong 

TRIBUNBATAM.id - Berinvesatasi menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan bekal finansial. 

Untuk berivestasi, dibutuhkan kejelian dan pemilihan yang tepat agar kita mendapatkan keuntungan bukan justru kerugian finansial.

Setiap orang tentu menginginkan investasi yang aman dan mampu memberikan keuntungan yang stabil di masa depan.

Namun, ada beberapa pihak yang menawarkan investasi dengan keuntungan besar dan mengajak lebih banyak anggota untuk ikut bergabung.

Biasanya investasi bodong memberikan iming-iming yang menggiurkan dan tidak ada kejelasan pada hasil investasi.

Hadirnya investasi bodong ini jelas merugikan pihak investor karena modal utama mereka hilang dan burujung buntung.

Agar tidak terjebak dalam investasi bodong, simak apa saja ciri-ciri investasi bodong dan bagaimana tips untuk menghindarinya?

Baca juga: Cara Melaporkan Investasi Bodong, Akses https://pengaduan.bappebti.go.id

Baca juga: AWAS! 115 Situs Investasi Bodong Kembali Diblokir Pemerintah, Sudah Ada 1.029 Domain Ditutup

Ciri-ciri investasi bodong

Dilansir dari Kompas.com (14/4/2021), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa setidaknya ada 3 alasan utama kenapa praktik investasi bodong masih marak terjadi, yakni:

- Rendahnya literasi masyarakat

- Kemajuan teknologi informasi

- Adanya kebiasaan buruk dari sekelompok masyarakat

Dari ketiga alasan itu, terdapat dua alasan yang justru berkaitan dengan debitur atau peminjam.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri praktik investasi bodong.

Pertama, praktik investasi bodong adalah iming-iming bunga atau keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat dan berisiko rendah.

Kedua, menjanjikan bonus perekrutan anggota baru.

Ketiga, menggunakan foto atau image dari tokoh publik, yang mungkin dilakukan secara ilegal agar menarik perhatian dari masyarakat.

Dengan kemajuan teknologi, hal ini semakin sering dilakukan oleh para oknum penyelenggara investasi ilegal.

Baca juga: Berinvestasi Emas Makin Mudah, Bisa Dicicil, Cek Caranya

Baca juga: Lebih Aman, Ini 5 Aplikasi Investasi Reksa Dana yang Terdaftar di OJK

Tips menghindari investasi bodong

Tips utama agar terhindar dari investasi bodong yakni dapat membedakan mana yang bodong atau tidak.

Agar tidak tertipu dari berbagai investasi bodong, simak tips berikut:

1. Lihat daftar perusahaan di laman OJK

Sebelum memantapkan hati untuk berinvestasi, penting untuk mengetahui apakah perusahaan itu aman atau tidak dengan mengecek daftar di OJK.

Jika perusahaan itu tidak memberikan kejelasan tentang pengelolaan uang yang diberikan investor, maka perusahaan tersebut wajib kita curigai.

2. Pilih jenis investasi yang tepat

Sebelum berinvestasi, pastikan kita memiliki tujuan keuangan terlebih dahulu. Tujuan utama berinvestasi adalah mencapai tujuan keuangan.

Tentu, kalau ingin memiliki cukup dana pasti uang tersebut berasal dari pekerjaan atau bisnis yang dimiliki, bukan dari investasi.

Sebetulnya, investasi berfungsi untuk memiliki tingkat "kecukupan" dalam keuangan. Setiap orang tentu memiliki level "cukup" yang berbeda.

Apabila Anda masih belum memiliki tujuan atau bingung dengan tujaun berinvestasi dapat konsultasi dengan perencana keuangan.

Dengan berkonsultasi keuangan, calon investor dapat mengetahui posisi Anda dalam berinvestasi dan untuk mengetahui produk mana yang tepat demi mencapai tujuan keuangan.

Baca juga: Apa Keuntungan Investasi Deposito? Cek Juga Cara Menghitung Pajak Deposito

3. Harus siap dengan segala risiko

Jika Anda ingin berinvestasi, maka harus siap dengan segala risiko yang bakal terjadi.

Sebab, investasi bisa dikatakan tidak stabil bila sudah keluar dari perencanaan yang telah ditentukan.

Sehingga, pentingnya punya tujuan keuangan adalah investor tidak panik dalam mengambil keputusan keuangan di kala investasi yang tidak stabil.

Kendati dimikian, penting untuk belajar hal detail dari produk investasi yang dimiliki. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved