KENDALA Polisi Buru Pelaku Penembakan Ustaz di Tangerang
Penyidik Polda Metro Jaya bersama Polresta Tangerang Kota masih menyelidiki penembakan ustaz di Tangerang, Sabtu (18/9). Apa kendala yang dihadapi?
TANGERANG, TRIBUNBATAM.id - Kasus penembakan Ustaz di Tangerang masih ditangani penyidik Polda Metro Jaya bersama Polresta Tangerang.
Setidaknya, sudah 12 saksi yang diminta keterangannya tekait kejadian yang terjadi di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang Kota, Provinsi Banten, Sabtu (18/9).
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga menganalisa rekaman kamera pengawas yang terdapat di lokasi.
Penyidik juga telah menemukan proyektil peluru di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Meski demikian, polisi masih terkendala saksi dalam menyelidiki penembakan Ustaz Armand yang berlokasi di Jalan Nean Saba, RT 02 / RW 05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang itu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan penyidik kini menghadapi kendala minimnya saksi saat kejadian berlagsung.
Baca juga: Pria Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago di Batam 2 Kali Kabur dari Rumah Sakit Jiwa
Baca juga: Ustaz Abu Syahid Chaniago Diserang di Masjid Batam, Safari Harap Kasus Tak Melebar
"Memang ada saksi yang mendengar bunyi tembakan.
Meski begitu, tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya masih bekerja kumpulkan alat bukti dan keterangan saksi," ucapnya seperti dikutip dari TribunTangerang.com, Jumat (24/9/2021).
Saat saksi keluar memeriksa suara tembakan, ia hanya mendapati korban sudah tergeletak.
Keterangan itu didapat baik dari istri, tetangga, dan keponakan korban yang mengaku tak melihat langsung peristiwa tersebut.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit usai terkena luka tembak. Namun nyawanya tak tertolong.
"Jadi masih kami dalami. Kami lagi mengumpulkan keterangan," kata Yusri.
Yusri mengatakan, dari hasil pemeriksaam sementera peristiwa penembakan itu terjadi pukul 18.30 WIB.
Atau setelah korban menunaikan salat Maghrib.
Korbannya bernama Armand.
Baca juga: Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago Alami Depresi, Masih Ditahan di Polresta Barelang
Baca juga: Reaksi Ketua MUI Batam Soal Penyerangan Ustaz Abu Syahid Chaniago: Waspada
Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Bonar Pakpahan mengungkapkan, selain menjadi Dewan Kemakmuran Masjid, korban diketahui membuka jasa pengobatan alternatif.
Bahkan korban diketahui telah 20 tahun membuka praktiknya ini.
DUKA Keluarga
Suasana duka menyelimuti sebelumnya keluarga Ustaz Armand.
Pria 45 tahun itu ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) sesudah menunaikan salat Maghrib di masjid dekat rumahnya yang terletak di Kunciran Tangerang, Sabtu (18/9).
Peristiwa tersebut berlangsung di rumah korban, Jalan Nean Saba RT 02/RW 05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Anak Ustaz Armand, Alif masih ingat betul perkataan ayahnya sebelum menghadap Sang Maha Pencipta.
Remaja 15 tahun kelas I SMK ini sempat dirangkul oleh Sang Ayah serta memberinya uang.
Kala itu, Alif sempat perebutan handphone dengan adiknya yang paling bungsu berusia 7 tahun.
"Kemarin saya mau pakai handphone ayah saya, tapi diambil sama adik.
"Saya dikasih uang Rp 50.000 sama ayah, biar saya yang mengalah," ujar Alif dikutip dari WartaKota dilansir Tribunnews.com, Minggu (19/9/2021).
Akhirnya Alif pun mengalah. Dan merelakan ponsel itu digunakan adiknya.
"Tapi saat saya dikasih uang itu, ayah pesan jangan bilang ke ibu," kata Alif sambil menangis sendu.
Polda Metro Jaya sebelumnya terus menyelidiki kasus penembakan terhadap Ustaz Alex di Kunciran, Kota Tangerang.
Baca juga: Ustaz di Batam Diserang Orang Tak Dikenal saat Isi Ceramah di Masjid, Begini Kondisinya
Baca juga: Penyerangan Ustaz Abu Syahid Chaniago, Emak-emak Emosi dan Pukuli Pelaku
Untuk mencari tahu penembakan itu, tim Labfor tengah meneliti jenis senjata apa yang digunakan pelaku OTK itu saat menembak ustaz bernama asli Armand itu.
Armand ditembak OTK seusai pulang salat maghrib pada Sabtu (18/9/2021) kemarin di depan rumahnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, tim Puslabfor tengah melakukan pendalaman terkait jenis senjata yang digunakan pelaku.
"Tim Labfor sedang menganalisis untuk mengetahui senjata apa yang digunakan pelaku. Tim masih bekerja saat ini," kata Yusri kepada wartawan, Senin (20/9/2021).
Tak hanya menyelidiki jenis senjata, polisi juga memeriksa rekaman CCTV di TKP. Polisi juga telah mengambil bukti proyektil peluru yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
"Tim masih analisis CCTV karena kejadian sudah mulai gelap dan termasuk proyektil. Karena penembakan itu menembus dan proyektil sempat menyasar ke pintu rumah korban," jelasnya seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Hingga saat ini, penyelidikan terus dilakukan oleh jajaran Polres Metro Tangerang Kota dibantu Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dalam hal ini, polisi akan memeriksa sejumlah saksi.
"Polres Tangerang Kota dibackup Krimum Polda Metro Jaya sudah memulai penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti yang ada.
Baca juga: Ungkapan Perasaan Ayu Ting Ting Usai Jawab 15 Pertanyaan Penyidik di Polda Metro Jaya
Baca juga: Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, David NOAH Ajak Damai Lina Yunita
Selanjutnya kita akan memeriksa beberapa saksi termasuk saksi keluarga dan tetangga total ada sekitar lima saksi," tutur Yusri.
Seperti diketahui, Armand alias Ustaz Alex ditembak orang tak dikenal (OTK) di Jalan Naen Saba, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, usai menunaikan salat maghrib di Masjid dekat rumahnya.
Sepulang salat, ia pilang bersama anaknya yang berusia 5 tahun dan penembakan pun terjadi.
"Pulang sama anaknya yang usia 5 tahun, anaknya lari duluan ke rumah.
Anak tersebut melihat ada orang pakai baju hijau (terduga pelaku) di dekat pintu," ujar Ahmad seorang saksi mata yang juga tetangga Armand.
Tak lama anaknya masuk ke rumah, Ustaz Alex ditembak OTK dan letusan tembakan seperti suara petasan terdengar oleh tetangga.
Korban sempat berteriak saat peluru menembus pinggan sebelah kanan akibat penembakan itu.
"Pas dia (anak) masuk dengar suara petasan, terus korban itu teriak 'Saya ditembak, saya kena tembak.
Anak tersebut, lari lagi dan pelaku lari," jelas Ahmad.
Ahmad menjelaskan, terduga pelaku penembakan itu berjumlah dua orang dan salah satunya mengenakan atribut jaket ojek online.
Tembakan tersebut, menembus bagian pinggang perut korban hingga melubangi pintu rumah korban.
"Ada dua pelakunya berboncengan, tembakan sekali kayanya tembus sampe pintu. Nah peluru jatuh ke ubin. Saya lihat dia (peluru) seperti kaya kuningan, segede jari kelingking," ucapnya.(TribunBatam.id) (TribunTangerang.com/Desy Selviany)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Penganiayaan Ustaz
Sumber: TribunTangerang.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penyerangan-ustaz-di-tangerang-45.jpg)