Senin, 8 Juni 2026

CORONA KEPRI

20 Persen Warga Batam Belum Vaksin Sama Sekali, Pemko Bakal Lakukan Penyisiran

Saat ini, masih ada 20 persen warga Batam yang belum mendapatkan vaksin covd-19 sama sekali. Pemko menyiapkan penyisiran warga yang akan divaksin.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nur Fadillah
Vaksinasi covid-19 menggunakan merek Sinovac dan AstraZeneca di Mall Top 100 Tembesi beberapa waktu lalu. Saat ini, masih ada 20 persen warga Batam yang belum mendapatkan vaksin covd-19 sama sekali. Pemko menyiapkan penyisiran warga yang akan divaksin. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Capaian vaksinasi di Kota Batam dosis 1 sebanyak 80 persen. Masih ada 20 persen lagi yang menjadi sasaran Pemerintah Kota (Pemko Batam) untuk divaksin dosis 1.

Pemko Batam akan mendata kembali masyarakat Kota Batam yang sudah divaksin ataupun yang belum sama sekali.

Pendataan ini dilakukan melalui link google form.

"Baik yang sudah divaksin 1 kali, 2 kali atau 3 kali, atau belum sama sekali wajib isi form itu. Jadi kita mengetahui masyarakat yang belum vaksin akan kita sisir," ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, Rabu (29/9/2021).

Diakuinya 60.000 dosis vaksin yang diterima Pemko Batam nantinya langsung diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Batam yang mengatur langsung terkait pendistribusiannya. 

Yusfa memaparkan pada Selasa (28/9/2021), vaksinasi dosis pertama di Batam sudah mencapai 81 persen, sedangkan dosis kedua mencapai sekitar 50 persen. 

Melalui bantuan vaksin ini, pihaknya akan kembali menggalakkan vaksinasi untuk masyarakat umum.

Baca juga: Batam Terima 60.000 Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan Singapura

Baca juga: Zainuddin Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Dicekik dan Dikubur Lalu Mobil Ditenggelamkan

"Nanti teknisnya Dinkes Kota Batam yang akan mengatur," katanya.   

Vaksin Bantuan Singapura Tiba

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menerima 60.000 dosis vaksin AstraZeneca bantuan Pemerintah Singapura.

Jumlah tersebut merupakan sebagian dari total bantuan Singapura untuk Kepri sebanyak 122.400 dosis.

"Terima kasih atas bantuan ini. Dengan tersedianya vaksin ini semoga dapat mempercepat vaksinasi di Batam," ujar Jefridin, usai menerima langsung vaksin di Pelabuhan Batuampar, Rabu (29/9/2021).

Mewakili Wali Kota Batam, ia mengapresiasi bantuan yang sudah diberikan tersebut.

Ia mengaku, bantuan dalam menangani Covid-19 Batam tak hanya saat ini saja.

Singapura bahkan sebelumnya sudah memberikan bantuan seperti hand sanitizer dan sebagainya untuk Batam.

"Sebagai wilayah perbatasan dengan Singapura tentu perlu penanganan pandemi ini secara bersama. Atas nama Pemko Batam dan Wali Kota Batam (Muhammad Rudi) kami sangat berterima kasih," ujarnya.

Baca juga: Realisasi PMA 2020 di Batam Mencapai 643 Juta Dolar Amerika

Untuk pemanfaatan vaksin tersebut. Sekda menyampaikan akan dilaksanakan secara teknis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam seperti sasaran maupun penggunaannya.

Untuk dimetahui, hingga 27 September 2021, sudah 734.801 warga Batam divaksin Covid-19 dosis pertama atau sebanyak 80,99 persen dari total sasaran 907.317 warga.

Sementara warga yang sudah menerima dosis kedua sebanyak 500.842 orang atau 55,20 persen.

"Dengan adanya bantuan dari Singapura ini semoga vaksinasi di Batam makin dipercepat hingga 100 persen dari sasaran dapat divaksin," katanya.

Di lokasi sama, Konsul Singapura, Lim Yihong, menyampaikan rasa kebanggaan Negara Singapura yang bisa berkontribusi dalam penanganan Covid-19 dan vaksinasi di Kepri maupun di Batam.

"Ini bentuk persahabatan Singapura dengan Kepri dan Batam," ujarnya.

Disimpan di Gudang Instalasi Farmasi Dinkes Batam

Vaksin AstraZeneca 60.000 dosis yang diterima dari Pemerintah Singapura, Rabu (29/9/2021) akan disimpan di Gudang Instalasi Farmasi milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

Selanjutnya akan diperiksa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Sekarang BPOM sedang melakukan pemeriksaan. Setelah di cek kita simpan. Expire datenya kan sampai Desember," ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, Rabu (29/9/2021).

Yusfa optimis sebelum September 60.000 vaksin AstraZeneca ini segera habis.

Sebab, biasanya dalam sehari pihaknya bisa memvaksin masyarakat hingga 6000 hingga 10 ribu orang.

"Mudah-mudahan 60 ribu vaksin bisa kita selesaikan," ujar Yusfa.

Sementara itu, untuk pendistribusiannya bisa juga bekerjasama dengan pihak ketiga.

Seperti Apindo, Budha Tzu Chi dan lainnya.

"Jadi sumber vaksin saat ini ada 2, yakni dari pemerintah dan bantuan dari Singapura," katanya.

Yusfa menegaskan vaksin AstraZeneca ini tak bisa digunakan untuk pelajar, ibu hamil dan menyusui.

Sehingga hanya bisa digunakan oleh masyarakat biasa.

"Batam dikasih Singapura 60 ribu dosis, Kepri 90.400 dosis," kata Yusfa. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved