Breaking News:

BATAM TERKINI

1.238 Perempuan di Batam Jadi Janda, Data Pengadilan Agama Mayoritas Usia Produktif

Pengadilan Agama Batam mencatat, mayoritas gugatan cerai dilayangkan oleh istri. Penyebabnya pun beragam. Apa saja?

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Warga mengantrie mengikuti persidangan di Pengadilan Agama Batam, Jumat (1/10/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tuntutan perceraian di Batam, Provinsi Kepri lebih dominan atas permintaan sang istri.

Dalama data Pengadilan Agama Kelas 1 A kota Batam, angka perceraian disebabkan beragam faktor, namun lebih dominan akibat faktor kondisi perekonomian rumah tangga.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Batam, Syarkasyi Jumat (1/10/2021) membenarkan, jumlah gugatan perceraian yang terdata di Pengadilan Agama lebih banyak diajukan oleh istri.

"Kasus yang masuk 1.421, sedangkan yang sudah diputus ada 1.238 perkara," ujarnya.

Ia menyebutkan sepanjang tahun pihaknya menerima dan menyidangkan ragam permasalahan.

Termasuk perkara izin poligami, pembatalan pernikahan, perwalian, pengangkatan anak, gugatan waris, ekonomi syariah, dispensasi kawin termasuk cerai.

Baca juga: JUMLAH Janda di Batam Makin Banyak, Selama 8 Bulan 1.238 Pasutri Bercerai

Baca juga: Lama Menjanda, Ayu Ting Ting Blak-blakan Ungkap Hindari 3 Tipe Cowok Ini

"Yang paling banyak itu kami terima terkait kasus angka perceraian, cerai gugat dan cerai talak," ujar Barmawi.

Ia membeberkan bahwa penyebab banyaknya istri yang mengajukan cerai lantaran kondisi ekonomi dikarenakan sang suami kurang bertanggung jawab.

Permintaan perceraian itu lebih banyak di antara mereka yang masih usia produktif antara 20 hingga usia 30 tahun.

Kadang mereka nikah muda dan hamil diluar nikah dan lain sebagainya.

Kondisi pandemi covid-19 juga menjadi salah satu faktor penyebab perceraian.

Hal itu diketahui pihaknya pada saat melakukan mediasi kepada dua bela pihak yang akan cerai.

"Jadi dalam sidang perceraian itu terlebih dahulu kita lakukan mediasi.

Kami tanya dulu diantara suami dan istri memang sudah tidak bisa menyatu lagi atau bagaimana, baru dilakukan sidang.

Baca juga: Dituding Pelakor, Janda Anak Satu Diajak Kelahi ldan Ditikam sampai Mati di Kebun Karet

Baca juga: Cerai dari Alvin Faiz, Umi Rania Ungkap Sosok Pria yang Lagi Dekat dengan Larissa Chou

Aturannya seperti itu tanpa mediasi sidang tidak bisa dilanjut, itu cacat hukum," ungkapnya.

Adapun untuk lama persidangan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama jika keduanya mengikuti aturan persidangan.

"Empat kali sidang juga sudah kelar jika mereka taat aturan," cetus dia.(TribunBatam.id/Bereslunbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved