BATAM TERKINI

KONTRAK PT Moya Diperpanjang hingga 2022, BP Batam Kembali Lelang SPAM Batam

Kontrak PT Moya sebagai operator SPAM Batam sudah diperpanjang kembali sampai April 2022. Kini BP Batam akan melanjutkan kembali proses lelang.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Kepala BP Batam HM Rudi mengatakan, kontrak PT Moya sebagai operator SPAM Batam sudah diperpanjang kembali sampai April 2022. Kini BP Batam akan melanjutkan kembali proses lelang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lelang pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam masih belum berakhir dan telah ada beberapa nama perusahaan atau pun konsorsium yang dinyatakan lolos dalam tahap pra kualifikasi beberapa waktu lalu.

Namun, pengumuman terkait pemenang lelang masih belum diinformasikan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan proses lelang kemungkinan akan kembali dilanjutkan kembali minggu ini.

"Lelang akan dibuka lagi minggu ini. Tapi saya takut silap, untuk teknisnya langsung tanya saja ke Deputi IV BP Batam Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin," ujar Rudi ketika diwawancarai di Gedung Asrama Haji Batam, Selasa (5/10/2021).

Rudi juga menambahkan, kontrak PT Moya sebagai operator SPAM Batam sudah diperpanjang kembali sampai April 2022. Maka dari itu, pemenang lelang baru dapat dikeluarkan setelah kontrak tersebut selesai.

Sementara itu, ditanya tentang persoalan air di Batam dari berbagai keluhan masyarakat, Rudi menyatakan PT Moya hanya berlaku sebagai operator saja.

Segala tanggungjawab pengelolaan dan penyaluran air bersih dipegang oleh BP Batam.

Baca juga: Setelah PLTS, Walikota HM Rudi Dorong Pembangunan Pabrik Baterai di Batam

Baca juga: PT Octagon Serahkan 2 Mesin Tempel Listrik Berbasis Baterai di Belakangpadang Batam

Apabila kelak pemenang lelang sudah ditetapkan, maka tanggungjawab akan dibebankan kepada perusahaan tersebut, sebab pengelola SPAM Batam nantinya akan menandatangani kerjasama selama 25 tahun.

"Saya belum dengar lagi ada yang mengeluh. Kalau warga kesulitan dan airnya tidar lancar, BP Batam bertanggungjawab mencarikan solusi. Ini untuk kemaslahatan masyarakat banyak," tambah Rudi.

Sebelumnya, BP Batam menyatakan pengumuman prakualifikasi lelang kerjasama operasi dan pemeliharaan SPAM Batam, baik di hulu maupun hilir, dinyatakan gagal dan akan diulang kembali. Pada tahap prakualifikasi sebelumnya, PT ATB menjadi salah satu dari dua perusahaan/konsorsium yang tidak lolos.

Rudi berharap, dengan dibukanya kembali lelang, pemilihan perusahaan/konsorsium yang mumpuni dapat dijalankan dengan lancar dan tanpa kendala. Dengan demikian, pengelolaan SPAM di Batam pun menjadi lebih baik dari saat ini.

"Saya selalu pantau. Mudah-mudahan secepatnya bisa dapat pemenang lelang, agar pengelolaan air ini lebih baik lagi," tutup Rudi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved