Kamis, 11 Juni 2026

Oknum TNI Diduga Lakukan Penculikan dan Penganiayaan, Ambil Paksa Korban di Warnet

Menurut keluarga, adapun pelaku penculikan satu di antaranya diduga merupakan anggota TNI. Diketahui terduga anggota TNI yang melakukan penyiksaan te

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
ilustrasi penculikan 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Seorang oknum TNI diduga melakukan penculikan dan penganiyaan terhadap seorang pria yang merupakan warga sipil.

Korban diketahui bernama Fandi Wahyudi, warga Jalan Pantai Kasan, Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Ia diculik dan disiksa dua laki-laki pada Jumat (1/9/2021) lalu.

Menurut keluarga, adapun pelaku penculikan satu di antaranya diduga merupakan anggota TNI.

Diketahui terduga anggota TNI yang melakukan penyiksaan tersebut bernama Daniel Ginting.

Dia disebut-sebut bertugas di Kodam II/Sriwijaya Palembang.

Baca juga: Cerita Penculikan Jenderal Ahmad Yani dan Peristiwa Kelam G30S/PKI

Baca juga: Seorang Perwira TNI Ditahan Karena Bocorkan Rencana Penculikan para Jenderal di G30S PKI

Menurut Khairunnisa, ibu dari Fandi Wahyudi, terduga oknum anggota TNI tersebut ternyata tengah desersi dari kesatuannya.

Daniel Ginting terlibat dalam berbagai masalah, sehingga kabur meninggalkan tugasnya sebagai anggota TNI aktif.

"Menurut bapak Koramil Tigajuhar yang menemui saya, katanya dia (Daniel Ginting) ada masalah. Dia sudah disersi setahun karena bawa kabur uang Rp 200 juta," kata Khairunnisa, Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan, Daniel Ginting menculik dan siksa Fandi Wayhudi bersama Andi.

Andi ini merupakan tetangga mereka di Patumbak.

"Ini kami lagi buat laporan. Setelah olah TKP nanti balik lagi ke Pakam," katanya.

Dari informasi yang didapat pihak keluarga, oknum TNI desersi ini merupakan warga Desa Namo Suro, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang.

Sejak melarikan diri dari tugas dan jabatannya, Daniel Ginting pulang kampung agar tidak ditangkap Polisi Militer (PM).

Dia bersembunyi, namun kembali melakukan kejahatan yang cukup fatal dan mengerikan, karena korbannya nyaris tewas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved