Breaking News:

Sunat Pada Perempuan, Perlukah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Dari sisi kesehatan sunat atau khitan pada laki-laki sangat dianjurkan. Lalu apakah sunat perlu dilakukan untuk perempuan dan apa penjelasan medisnya?

freepik.com
Sunat Pada Perempuan, Perlukah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Dari sisi kesehatan sunat atau khitan pada laki-laki sangat dianjurkan.

Sunat biasanya dilakukan saat masa anak-anak menuju remaja.

Dari sisi medis, sunat pada laki-laki membuat kesehatan penis terjaga, karena lebih mudah dibersihkan.

Saat sunat, sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis akan dipotong.

Di Indonesia, sunat atau khitan sering kali dipandang sebagai peristiwa sakral seperti halnya perkawinan.

Hal itu tampak dari proses pelaksanaan hingga selesainya proses sunat, yang ditandai dengan acara-acara tertentu.

Lantas perlukah sunat bagi perempuan?

Menjawab hal ini, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Muhammad Fadli menjelaskan, jika tidak ada alasan medis maka sunat bagi perempuan tidak dianjurkan.

"Pada perempuan tidak ada alasan medisnya untuk melakukan sunat," ujarnya dapat dialog virtual, Kamis (29/9/2021).

Baca juga: Kisah Heri Susanto alias Acun, Kakek 75 Tahun Disunat Demi jadi Muallaf, Proses Khitan 30 Menit

Baca juga: Ekspresi Tenang Rafathar Saat Sunat, Begini Dukungan Nagita Slavina untuk Sang Putra

Ia mengatakan, secara biologis bentuk alat kelamin laki-laki dan perempuan berbeda.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved