BERITA CHINA
Alasan Kenapa China Rutin Intimidasi Taiwan? Janji Xi Jinping hingga Peran AS Dalam Konflik
Istilah "China Satu" membawa Taiwan berada di bawah bayang-bayang invasi China selama puluhan tahun. China mengklaim pulau itu bagian dari negaranya
TRIBUNBATAM.id - Istilah "China Satu" membuat Taiwan di bawah bayang-bayang invasi China.
Beijing di bawah kepemimpinan Xi Jinping ngotot mengklaim bahwa Taiwan adalah bagian dari China.
Sejumlah negara barat pun mengecam tindakan Beijing, meski Xi Jinping terus mengobarkan perlawanan.
Amerika yang getol mendukung kemandirian Taiwan, diperingatkan China agar tak ikut campur.
Taiwan sendiri tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaannya dan hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China.
China bahkan memandang pulau itu sebagai wilayahnya dan berjanji suatu hari akan merebutnya dengan paksa jika perlu.
Di satu sisi, Taiwan bersikeras berdemokrasi dan punya pemerintahan sendiri.
Baca juga: Amerika Nomor 1 China Urutan 2, Inilah Daftar 10 Negara Terkuat di Dunia, Israel Tak Ada
Baca juga: 3 Alasan Kenapa China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Laut China Selatan meski Ditentang Banyak Negara
Ketegangan makin meningkat setelah Taiwan didukung AS seakan tak gentar melawan Beijing.
Namun Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (9/10/2021) menyatakan, penyatuan kembali dengan Taiwan secara damai akan dan bisa diwujudkan.
Pernyataan Xi Jinping dilontarkan beberapa hari setelah pesawat tempur China membuat rekor inkursi ke zona pertahanan udara Taiwan, pulau yang diperintah secara demokratis.
Taiwan tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan, dan hidup di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China, yang memandang pulau itu sebagai wilayahnya dan berjanji suatu hari akan merebutnya, dengan paksa jika perlu.
"Mewujudkan reunifikasi nasional dengan cara damai paling baik melayani kepentingan bangsa secara keseluruhan, termasuk saudara-saudara kita di Taiwan," kata Xi dalam pidato peringatan 110 tahun revolusi yang mengakhiri ribuan tahun pemerintahan kekaisaran dan mengarah pada berdirinya Republik China.
Baca juga: Sekelas Amerika Saja Berutang! 5 Negara Pemberi Utang Terbanyak ke AS, China Peringkat 2
Baca juga: Fakta tentang China, Negara Super Power Nomor 2 Terkuat di Dunia, Kenapa Begitu Perkasa?
"Kemerdekaan Taiwan adalah hambatan terbesar bagi penyatuan kembali tanah air dan bahaya tersembunyi yang serius," Xi memperingatkan, dikutip dari AFP.
Sun mendirikan Republik China, yang masih menjadi nama resmi Taiwan, lokasi Nasionalis yang kalah melarikan diri setelah pasukan Komunis Mao Zedong memenangi perang saudara pada 1949 dan mendirikan Republik Rakyat China.
"Reunifikasi lengkap negara kita akan dan dapat direalisasikan," lanjut Xi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kolase-xi-dan-biden.jpg)