CORONA KEPRI
PASIEN Covid-19 di Batam Tambah Satu, Batuaji Wilayah Terbanyak Muncul Kasus Baru
Saat ini, Batuaji jadi wilayah dengan kemunculan kasus covid-19 baru terbanyak, yaitu 10 kasus. Angka itu setelah ditemukan warga MKGR terpapar virus.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bertambah satu lagi temuan kasus baru Covid-19 di Kota Batam, Selasa (12/10/2021).
Kasus baru tersebut merupakan seorang warga Batuaji berinisial Tn. AJ (67).
Yang bersangkutan berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di Kawasan Perumahan MKGR, Kibing, Batuaji, Batam.
Belum menerima satu pun dosis vaksin, pasien pun menderita gejala Covid-19, dan kini tengah dirawat di RSUD Embung Fatimah.
"Dengan adanya temuan baru ini, Batuaji masih jadi wilayah dengan kemunculan kasus terbanyak, yaitu 10 kasus," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.
Menyusul wilayah selanjutnya, Batam Kota dengan 4 kasus aktif, Sekupang dengan 2 kasus, Bengkong dengan 2 kasus, Nongsa dengan 2 kasus, Lubukbaja 1 kasus, dan Sagulung 1 kasus.
Di hari yang sama, telah dinyatakan sembuh pula 4 orang pasien positif Covid-19, yakni tiga orang warga Lubukbaja, dan satu orang warga Sei Beduk.
Baca juga: BMKG Ungkap Pemicu Cuaca di Batam Sangat Panas dan Mendadak Hujan
Baca juga: Antisipasi Kelangkaan Barang Efek Angin Utara, Disperindag Batam Panggil Distributor Sembako
Dengan demikian, terdapat lima zona hijau di Batam saat ini, yaitu Sei Beduk, Batuampar, Belakangpadang, Bulang dan Galang.
Grafik perkembangan kasus pun masih melandai, rata-rata penambahan kasus per harinya selama bulan Oktober 2021 hanya sekitar 2,25 kasus per hari.
"Saat ini tingkat kesembuhan kita paling tinggi, mencapai 96,6 persen, sedangkan tingkat kasus aktif 0,08 persen dan tingkat kematian 3,2 persen," tambah Didi. (*/hsu)
Update Kasus di Kepri
Jumlah pasien sembuh corona baru di Kepri sejak awal Oktober 2021 berjumlah 220 orang.
Ini berdasarkan data yang dihimpun satgas covid-19 Kepri hingga 12 Oktober 2021.
Penambahan pasien sembuh corona baru tersebar pada sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kepri.
Kondisi ini membuat total pasien sembuh corona di Kepri terus bertambah menjadi 51.890 orang.
Seperti diketahui, 5 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kepri kini berstatus zona kuning covid-19.
Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021, baru Kota Tanjungpinang yang berstatus PPKM level 1.
Baca juga: 2 Kecamatan Karimun Tinggi Penyebaran Corona, Karimun PPKM Level I?
Baca juga: Penyebab PPKM Level 3 di Jakarta Lebih Lama, Berkaitan Vaksin Covid-19 di Daerah Sekitar
Sementara Kota Batam, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga dan Anambas berstatus PPKM level 2.
Adapun Kabupaten Natuna berstatus PPKM level 3.
Masa PPKM di Kepri ini diatur mulai tanggal 5 hingga 18 Oktober 2021.
Selain pasien sembuh corona baru, satgas covid-19 Kepri juga mencatat total pasien konfirmasi virus corona sebanyak 53.772 orang hingga 12 Oktober 2021.
Jumlah ini meningkat setelah ada penambahan 13 kasus baru covid-19 di Kepri.
Penambahan belasan kasus baru virus corona di Kepri ini tersebar pada sejumlah kabupaten dan kota.
Di antaranya 1 kasus baru di Batam, 2 orang di Kota Tanjungpinang, 3 orang di Kabupaten Bintan, 4 orang di Kabupaten Karimun.
Kemudian 1 orang di Kabupaten Lingga, dan 2 orang di Kabupaten Natuna.
Untuk positivity rate per 10 Oktober 2021 di Kabupaten/Kota di Kepri di antaranya, Kota Tanjungpinang 0.88 persen.
Kota Batam 0.10 persen, Kabupaten Bintan 0.54 persen, Kabpaten Karimun 1.29 persen.
Kabupaten Lingga 0.25 persen, Kabupaten Kepulauan Anambas 0.23 persen dan Kabupaten Natuna 0.76 persen.
Data Satgas Covid-19 Kepri hingga 12 Oktober 2021 mencatat, terdapat 35 Rumah Sakit serta 29 lokasi isolasi terpadu untuk penanganan covid-19.
Dari jumlah rumah sakit yang tersebar di Kepri, terdapat 1144 bed isolasi dan 74 bed ICU dari total 1.218 bed yang tersedia.
Adapun untuk total bed isolasi terpadu sebanyak 3.386.
Dari jumlah itu, keterpakaian bed rumah sakit sebanyak 44 atau 3,61 persen.
Sementara bed untuk isolasi terpadu terpakai 53 atau 1,57 persen.
Sedangkan peta risiko di seluruh daerah di Kepri per 10 Oktober 2021 masih berwarna warna kuning.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri, Lamidi terus mengingatkan masyarakat agar tetap taati protokol kesehatan.
"Tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat," imbaunya dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Rabu (13/10/2021).
BUPATI Aunur Rafiq: Karimun PPKM Level 1
Kabar baik sebelumnya datang dari Kabupaten Karimun saat hari ulang tahunnya saat pandemi covid-19 hari ini, Selasa (12/10/2021).
Dalam usianya yang ke-22 tahun, daerah yang kini dipimpin Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim kini berstatus PPKM level 1.
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengungkapkan, kabar ini ia terima langsung dari Sekdaprov Kepri berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Menurutnya, selain Karimun, terdapat Batam, Bintan, Tanjungpinang serta Natuna yang berstatus PPKM level 1.
Sementara yang masih PPKM level 2 yakni Kabupaten Lingga serta Anambas.
Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021 yang berlaku mulai 5 hingga 18 Oktober 2021, baru Kota Tanjungpinang yang berstatus PPKM level 1.
Sementara Kota Batam, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga serta Anambas berstatus PPKM level 2.
Hanya Kabupaten Natuna yang berstatus PPKM level 3.
Baca juga: Anambas Masih Nihil Kasus Baru Covid-19, Tersisa 4 Pasien Corona
Baca juga: Bupati Karimun Sebut Daerahnya PPKM Level 1, Kado Indah Ulang Tahun ke-22?
"Perkembangan covid-19 Alhamdulillah sudah lebih menurun. Bahkan kita sudah PPKM level 1.
Saya sudah di-WA oleh Pak Sekdaprov berdasarkan laporan Kemenkes pusat," ungkapnya, Selasa (12/10/2021).
Pemkab Karimun pun telah membuat beberapa pelonggaran dampak dari PPKM level 1 ini.
Salah satunya adalah syarat bepergiaan yang tidak lagi memerlukan hasil pemeriksaan rapid test antigen.
"Jadi cukup dengan vaksin. Tapi harus sudah dua kali divaksin, kalau yang baru satu kali tetap wajib harus menyertakan hasil pemeriksaan antigen," ucap Aunur Rafiq.
Kemudian pada bidang pendidikan, Pemerintah telah mengizinkan dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai jenjang pendidikan PAUD hingga SMA, serta TPQ dan Pesantren.
"Walaupun kita telah PPKM Level 1, kita tetap melakukan secara perlahan, tidak euforia yang berlebihan takutnya nanti muncul lagi kasus-kasus baru.
Selama kita buka (PTM) selama dua minggu ini tidak ada klaster anak sekolah," tambahnya.
"Bahkan untuk klaster masyarakat angka kasus kematian juga melandai, kemudian kasus positifnya sudah beberapa hari ini nol.
Tracing dan treatment kita sudah cukup baik," jelasnya.
Rafiq tetap meminta masyarakat tidak lengah dan mengabaikan penerapan protokol kesehatan (prokes).
Baca juga: Capaian Vaksinasi Corona di Tanjung Pinang Dosis 2 Usia 12-17 Tahun 68,1 Persen
Baca juga: 4 Kabupaten di Kepri Nol Kasus Baru Corona, Pasien Sembuh Covid-19 Baru Terus Melesat
Sehingga Kabupaten Karimun dapat terus menuju zona hujau dan terbebas dari penyebaran virus Covid-19.
"Jangan euforia yang berlebihan, tetap jaga prokes, hindari dulu kerumunan yang tidak terlalu penting.
Karena harapan kita bersama tentu Karimun bisa ke zona hijau," pungkasnya.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Endra Kaputra/Yeni Hartati)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1-7-2021-virus-corona-lambda.jpg)