Kamis, 30 April 2026

6 Rahasia Membangun Brand Produk dari Nol ala Yasa Singgih

Mereka yang sukses menjual produknya faktanya tak melulu karena produk yang ditawarkannya, melainkan strategi branding yang aduhai dan memegang peran

Tayang:
Istimewa
6 Rahasia Membangun Brand Produk dari Nol ala Yasa Singgih. Ilustrasi jualan online 

TRIBUNBATAM.id - Menjamurkan toko online yang diakomodir dengan banyaknya marketplace, membuat "perang dagang" tak bisa dihindari.

Mereka yang sukses menjual produknya faktanya tak melulu karena produk yang ditawarkannya, melainkan strategi branding yang aduhai.

Branding dianggap penting di tengah naiknya transaksi online dan offline, terlebih di masa pandemi.

Masalahnya, tak semua pedagang atau pemodah yang memahami ini.

Alih-alih berhasil memasarkan produknya, dalam waktu singkat usaha yang dibangun bisa gulung tikar.

Brand yang baik adalah yang mampu membekas di tengah masyarakat kapan pun itu.

Untuk mendudukkan strategi branding, maka perlu mencari langkah tepat melakukannya, yang berimplikasi ke penjualan.

Baca juga: 3 Cara Jitu Foto Produk Terlihat Menarik untuk Jualan Online

Baca juga: Jangan Cuma Bergoyang! Yuk Jualan Online di TikTok Shop, Ini Caranya

Menjawab soal strategi branding, Co-Founder & CEO Fortius sekaligus pemilik Men’s Republic, Yasa Singgih membagikan 6 tips membangun brand dari nol.

1. Buatlah brand yang selalu ada di benak konsumen (Top-of-Mind).

Dia menjelaskan, ketika sebuah brand selalu berada atau sudah nyantol di benak konsumen, brand bisa selalu diingat melalui lagu, tagline, bahkan ketika hanya membahas suatu kategori produk.

"Misalnya, ketika kita membicarakan mi instan, air mineral, hingga pasta gigi, kita ingat suatu brand tertentu.

Jadi, inilah kekuatan magis sebuah strategi branding yang tepat sasaran," ujarnya dalam siaran persnya, dikutip, Jumat (15/10/2021).

2. Berikan pengalaman branding holistik

Yasa menegaskan, branding tak terjadi dengan sekonyong-konyong menghadirkan tim desain grafis.

Perubahan logo hanyalah bagian kecil dari branding.

Bagi Yasa, branding adalah segala hal yang bersinggungan langsung dengan konsumen, di mana karyawan juga berkontribusi.

Tim Customer Service (CS) di Men’s Republic misalnya, selalu menggunakan panggilan "man" untuk semua konsumennya.

Ini menjadi upaya Men’s Republic melakukan branding.

Baca juga: Selalu Jadi Pusat Kuliner Khas Melayu saat Ramadhan, Kini Warga Tanjung Uma Diminta Jualan Online

Baca juga: Anak Presiden Jokowi Jadi Korban Penipuan Jualan Online, Bareskrim Ungkap Modus Penipuan

3. Fokus ke tujuan brand (Why)

Yasa menjelaskan, brand yang kuat merupakan brand yang tidak perlu menjelaskan apa yang dijual (what), atau proses dibalik pembuatannya (how).

Brand yang kuat fokus kepada tujuan brand tersebut terbentuk (why).

Aspek why ini tentu saja bukan tujuan membangun brand untuk mencari cuan, namun harus digali lebih lebih dalam soal dampak yang diberikan brand kepada konsumen.

4. Bangun relevansi dengan pasar

Menurut Yasa, kegiatan branding tak melulu harus keren dan mahal, yang penting brand harus relevan atau nyambung dengan kebutuhan pasar.

"Kuncinya adalah pebisnis harus bisa mendengar dan memahami targetnya, misalnya dengan meminta feedback konsumen secara berkala, agar dapat terus membuat produk yang relevan dan sesuai dengan pasar," kata Yasa.

5. Strategi branding satu kalimat

Dikutip dari Kompas, strategi untuk branding, menurut dia, tidak harus rumit.

Yasa mengatakan, banyak brand kenamaan dunia yang mengimplementasikan strategi branding dengan satu kalimat dan menjadi sukses.

Baca juga: Resep Stik Mozarella Goreng dan Cara Mudah Membuatnya, Cocok untuk Ide Jualan Online

Baca juga: Resep Pisang Goreng Pasir, Cemilan Lezat Kekinian, Bisa jadi Ide Jualan Online

6. Bangun brand yang menawarkan perubahan (Impact)

Brand harus mampu menawarkan perubahan kepada konsumen.

Bila ingin membangun sebuah brand, Yasa mengimbau agar pengusaha mampu menjawab perubahan apa yang bisa diberikan konsumen saat membeli brand kita.

Yasa kembali mengingatkan bahwa perubahan itu tidak selalu harus menjadi luar biasa berbeda.

"Bisa saja perubahan terjadi sesederhana konsumen bisa menghemat waktu dan uang ketika membeli produk dari brand kita, namun justru hal yang nampak sederhana ini terkadang berdampak luar biasa bagi konsumen," kata Yasa.

Baca juga: TIPS Memperkuat Bisnis Melalui Internet yang Sehat, Termasuk Promosi dan Branding

Baca juga: Tips and Trik Digital Branding ala Bernard Huang, Solusi Bisnis di Era Pandemi

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved