Sabtu, 16 Mei 2026

BERITA CHINA

Sejarah Orang China di Malaysia Banyak Pakai Nama Asli

Populasi etnis China di Malaysia cukup besar bahkan hampir sepertiga penduduk Negeri Jiran. Etnis Han China-Malaysia totalnya sekitar 7,4 juta orang

Tayang:
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi pai atau soja, sejenis salam yang dilakukan orang China ketika bertemu dengan lawan bicara 

Kesenjangan kekayaan ini sempat memicu kebencian mendalam di kalangan mayoritas Melayu, hingga akhirnya terjadi kerusuhan ras mematikan pada tahun 1969.

Selang dua tahun kemudian, Pemerintah Malaysia menerapkan rencana aksi afirmatif bernama Kebijakan Ekonomi Baru, yang memberi kelompok pribumi hak istimewa atas orang China dan India.

Contohnya, harga rumah yang lebih murah, prioritas dalam beasiswa universitas, dan kuota sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kebijakan itu berlaku sampai 1990.

Memakai nama asli

Meskipun bahasa Melayu adalah bahasa nasional dan resmi di Malaysia, penduduk Negeri Jiran juga menggunakan bahasa China, Tamil dan Inggris secara luas.

Bahasa Mandarin bahkan diajarkan di sekolah-sekolah China di Malaysia, bersama dengan bahasa Melayu dan Inggris.

Oleh karena sebagian besar nenek moyangnya berasal dari China Selatan, orang China-Malaysia berbicara dengan dialek Kanton, Hokkien dan Hakka, yang sangat mirip satu sama lain.

Baca juga: Amerika Nomor 1 China Urutan 2, Inilah Daftar 10 Negara Terkuat di Dunia, Israel Tak Ada

Baca juga: Sekelas Amerika Saja Berutang! 5 Negara Pemberi Utang Terbanyak ke AS, China Peringkat 2

Dialek lainnya termasuk Teochiu, Hainan, Hokchiu dan Hinghwa.

Dengan demikian, banyak orang China-Malaysia menguasai tiga bahasa.

Mereka bisa berbicara dan menulis dalam bahasa Melayu, Inggris dan setidaknya satu dialek China.

Tradisi nama keluarga pun masih mereka anut dari generasi ke generasi, sesuai urutan: nama keluarga - nama generasi - nama pribadi. Contohnya, Foo Sing Choong.

Dikutip dari Kompas, ada juga nama orang China yang terdiri dari dua bagian, misalnya Chin Peng.

Bagian pertamanya adalah nama keluarga.

Lalu ada juga orang China berpendidikan Barat atau umat Kristiani yang menambahkan nama khas Eropa atau Amerika, dan menjadi empat bagian, seperto Alex Goh Cheng Leong.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved