Jumat, 1 Mei 2026

BERITA CHINA

Sejarah Orang China di Malaysia Banyak Pakai Nama Asli

Populasi etnis China di Malaysia cukup besar bahkan hampir sepertiga penduduk Negeri Jiran. Etnis Han China-Malaysia totalnya sekitar 7,4 juta orang

Tayang:
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi pai atau soja, sejenis salam yang dilakukan orang China ketika bertemu dengan lawan bicara 

TRIBUNBATAM.id - Ada banyak hal yang dibahas jika berbicara tentang China.

China saat ini memegang peran penting dalam ekonomi global, dan menjadi negara superpower selain Amerika.

Berbicara tentang China tentu tak bisa lepas dari warganya.

China juga termasuk negara terpadat di dunia selain India.

Menariknya, banyak negara di dunia yang dihuni oleh etnis China, baik itu berdasarkan historis keluarga maupun yang baru saja pindah kewarganegaraan.

Hunian etnis China di beberapa negara bisa ditandai dengan lokasi tertentu yang dinamai China Town.

Baca juga: Peruntungan Tahun Macan Air 2022 Berdasarkan Astrologi China, Shio Harimau Cocok Memulai Proyek Baru

Baca juga: Amsyong karena Ulah Sendiri, 3 Shio China Diramal Seret Rejeki, Nomor 1 Shio Babi

Di Asia, salah satu etnis China bermukin berada di Negeri Jiran, Malaysia.

Bisa dikatakan, populasi etnis China di Malaysia cukup besar, bahkan hampir sepertiga penduduk Malaysia.

Data dari Minority Rights Group Internasional menyebutkan, etnis Han China di Malaysia totalnya sekitar 7,4 juta orang.

Sementara itu kantor berita Xinhua melaporkan, populasi keturunan China di Malaysia tahun 2021 adalah 22,4 persen, turun sedikit dari 22,6 persen pada 2020.

Lantas, kenapa di Malaysia banyak orang China tetap memakai nama asli dari leluhurnya?

Awal mula eksodus warga China

Orang China mulai tiba di Malaysia dengan berlayar pada abad ke-15.

Menurut encyclopedia.com, gelombang pertama imigran China di Malaysia sebagian besar adalah pedagang.

Mereka tertarik pindah karena potensi ekonomi Malaysia, dan sebagian kabur untuk menyelamatkan diri dari penindasan Pemerintahan Ching.

Alex Wong, peneliti linguistik Asia Timur menjelaskan di Quora, Malaysia dan Singapura saat itu berada dalam koloni Inggris bernama British Straits Settlement, dan British Malaysia kemudian dipandang lebih makmur dari China.

Gelombang migrasi juga didorong oleh pemerintahan Inggris di Malaysia, yang menjanjikan pekerjaan layak di tambang timah, budidaya karet dan perkebunan.

China sendiri saat itu perekonomiannya terpukul akibat Perang Opium, dan banyak warganya yang keluar negeri mencari kehidupan lebih baik.

Situasinya sama seperti Hong Kong yang juga dikuasai Inggris, dan banyak orang China menuju ke sana guna memperbaiki nasib.

Baca juga: Candu Game Melanda Anak-anak di China, Ini Tandanya dan Cara Mengatasi Kecanduan Gadget

Baca juga: Alasan Kenapa China Rutin Intimidasi Taiwan? Janji Xi Jinping hingga Peran AS Dalam Konflik

Encyclopedia melanjutkan, sebagian besar imigran berasal dari desa-desa dan kota-kota kecil di Provinsi Fujian dan Guangdong.

Setibanya di Malaya, mereka bekerja sebagai buruh kontrak atau kuli.

Banyak orang China kaya di Malaysia

Pada tahun 2000, diperkirakan ada sekitar 5,4 juta orang keturunan China di Malaysia, yang merupakan 30 persen dari seluruh populasi.

Mereka terdiri dari delapan kelompok dialek, yaitu Hokkien, Hakka, Kanton, Teochew, Mandarin, Hainan, Min Bei, dan Foochow.

Seiring berkembangnya zaman, kebanyakan orang China-Malaysia tinggal di daerah perkotaan dan mendominasi kawasan komersial dan bisnis di Negeri Jiran.

Banyak juga yang tinggal di Kampung Baru, permukiman yang didirikan pemerintah selama pemberontakan komunis pada 1940-an sampai 1950-an, untuk melindungi komunitas China.

Singkat cerita, Malaysia kemudian menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan China pada 1974.

Hubungan baik kedua negara pun dimanfaatkan orang China di Malaysia dengan mengembangkan bisnis.

Tahun 2011, 24 persen dari 28 juta populasi Malaysia adalah warga keturunan China, dan selalu lebih makmur daripada komunitas etnis lainnya.

Baca juga: Fakta tentang China, Negara Super Power Nomor 2 Terkuat di Dunia, Kenapa Begitu Perkasa?

Baca juga: 3 Alasan Kenapa China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Laut China Selatan meski Ditentang Banyak Negara

Menurut daftar majalah Forbes 2011, rata-rata delapan dari 10 orang terkaya Malaysia adalah etnis China.

Kesenjangan kekayaan ini sempat memicu kebencian mendalam di kalangan mayoritas Melayu, hingga akhirnya terjadi kerusuhan ras mematikan pada tahun 1969.

Selang dua tahun kemudian, Pemerintah Malaysia menerapkan rencana aksi afirmatif bernama Kebijakan Ekonomi Baru, yang memberi kelompok pribumi hak istimewa atas orang China dan India.

Contohnya, harga rumah yang lebih murah, prioritas dalam beasiswa universitas, dan kuota sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kebijakan itu berlaku sampai 1990.

Memakai nama asli

Meskipun bahasa Melayu adalah bahasa nasional dan resmi di Malaysia, penduduk Negeri Jiran juga menggunakan bahasa China, Tamil dan Inggris secara luas.

Bahasa Mandarin bahkan diajarkan di sekolah-sekolah China di Malaysia, bersama dengan bahasa Melayu dan Inggris.

Oleh karena sebagian besar nenek moyangnya berasal dari China Selatan, orang China-Malaysia berbicara dengan dialek Kanton, Hokkien dan Hakka, yang sangat mirip satu sama lain.

Baca juga: Amerika Nomor 1 China Urutan 2, Inilah Daftar 10 Negara Terkuat di Dunia, Israel Tak Ada

Baca juga: Sekelas Amerika Saja Berutang! 5 Negara Pemberi Utang Terbanyak ke AS, China Peringkat 2

Dialek lainnya termasuk Teochiu, Hainan, Hokchiu dan Hinghwa.

Dengan demikian, banyak orang China-Malaysia menguasai tiga bahasa.

Mereka bisa berbicara dan menulis dalam bahasa Melayu, Inggris dan setidaknya satu dialek China.

Tradisi nama keluarga pun masih mereka anut dari generasi ke generasi, sesuai urutan: nama keluarga - nama generasi - nama pribadi. Contohnya, Foo Sing Choong.

Dikutip dari Kompas, ada juga nama orang China yang terdiri dari dua bagian, misalnya Chin Peng.

Bagian pertamanya adalah nama keluarga.

Lalu ada juga orang China berpendidikan Barat atau umat Kristiani yang menambahkan nama khas Eropa atau Amerika, dan menjadi empat bagian, seperto Alex Goh Cheng Leong.

Atlet ternama bernama China

Sama seperti kegemaran warga Malaysia, masyarakat keturunan China di Negeri Jiran juga menyukai olahraga seperti sepak bola, voli, basket, renang, tenis meja, bulu tangkis dan lain-lain.

Beberapa nama atletnya sudah mendunia dan terkenal di Indonesia, seperti Lee Chong Wei dan Tan Boon Heong yang menjadi legenda bulu tangkis.

Baca juga: China Bikin Taiwan Merinding! Militer Xi Jimping Latihan Serang Libatkan Kapal Perang dan Jet Tempur

Baca juga: TKA China di Indonesia Tangkap Buaya 3 Meter, Dagingnya Dibikin Sop dan Dimakan, Warga Geram

Lalu di sepak bola ada Chow Chee Keong dan Wong Choon Wah, yang merupakan legenda timnas Malaysia, serta Ong Kim Swee, pelatih yang membawa Timnas U-23 menjuarai SEA Games 2011 di Jakarta.

Chow Chee Keong dijuluki "Asian Stainless-Steel Gate" dan pernah menyabet penghargaan kiper terbaik Asia versi AFC lima kali beruntun selama 1966-1970, kemudian Wong Choon Wah disebut sebagai Paul Scholes-nya Asia karena akurasi umpan.

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved