Breaking News:

2 Bandara di Kepri Perlu Siapkan Fasilitas dan Sarana Kedatangan Wisman dari 19 Negara Terpilih

Wisman dari 19 negara diizinkan masuk ke Indonesia tapi hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Bandara Internasional Hang Nadim dibangun di wilayah sangat strategis, yakni kawasan regional Asia Tenggara, dan dilalui oleh arus lintas penerbangan domestik maupun mancanegara. Wisman dari 19 negara diizinkan masuk ke Indonesia tapi hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau yakni Batam dan Tanjungpinang. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa ada 19 negara yang nantinya diizinkan masuk ke Indonesia. 

Ke 19 negara tersebut yaitu Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia. 

Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri). 

Untuk di Kepri, Bandara Hang Nadim yang berada di Kota Batam, dan satu lagi Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. 

Dalam hal itu, salah satu syarat kedatangan wisman tersebut dengan tes PCR khusus atau Tes Cepat Molekurel (TCM) yang hasilnya bisa diketahui hanya dengan waktu satu jam saja. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi menyampaikan, bahwa Bandara Hang Nadim Batam bisa mempersiapkan fasilitas yang diperlukan, termasuk TCM tersebut. 

"Bandara Hang Nadim di bawah pengelolaan BP Batam, segala fasilitas dan sarana-prasarananya bisa dipersiapkan. Pemprov Kepri tetap pengawasan melalui Satgas Covid-19," sebutnya, Minggu (17/10/2021). 

Dilanjutkan Junaidi, begitu pula dengan Bandara RHF Tanjungpinang.

Saat ini General Manager (GM) Angkasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta, dan Bandara di Bali, agar mengetahui pola dan prosedur yang dilakukan.

Baca juga: Seleksi PPPK Tahap 1 Karimun, 235 Orang Dinyatakan Lolos

"Saya barusan menghubungi GMnya, disampaikan kepada kami, bahwa saat ini pihak Angakasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soerkarno. Besok mau ke Bandara di Bali juga, biar tau dan liat langsung bagaimana prosedur dan kesiapan fasilitasnya, agar segera juga mempersiapkannya," ucapnya. 

Pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut dapat masuk ke Bali dan Kepri selama mengikuti persyaratan sebelum dan saat kedatangan, seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi lengkap dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris, serta memiliki hasil RT-PCR negatif dalam kurun waktu 3x24 jam.

Setelah sampai ke Bali dan Kepri, Wisaman tersebut juga akan melakukan proses karantina selama 5 hari. 

Selama proses karantina berlangsung, tidak diperbolehkan keluar dari kamar/private villa/kapal (live on board) sampai masa karantina berakhir, dan akan dilakukan pemeriksaan PCR lagi pada hari ke-4 karantina. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra) 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved