CORONA KEPRI

PASIEN Baru Tambah 3 Orang, Total 15 Warga Batam Kena Covid-19 Masih Dirawat

Jumlah kasus baru Covid-19 bertambah 3 orang, Rabu (20/10/2021). Saat ini, masih ada 15 orang terkonfirmasi positif dalam perawatan.

Kompas.com
Jumlah kasus baru Covid-19 bertambah 3 orang, Rabu (20/10/2021). Saat ini, masih ada 15 orang terkonfirmasi positif dalam perawatan. Ilustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah kasus baru Covid-19 bertambah 3 orang, Rabu (20/10/2021).

Saat ini, terhitung masih ada 15 orang terkonfirmasi positif dalam perawatan.

Grafik perkembangan kasus Covid-19 saat ini memang masih berkecenderungan menurun.

Hingga pertengahan bulan ini, penambahan kasus baru mencapai 35 orang.

Angka ini terbilang lebih rendah, bahkan jika dibandingkan sejak bulan Mei 2020.

"Perkembangan kasus, saat ini sudah ada total 25.817 orang positif Covid-19 sejak awal pandemi. Dari jumlah ini sebanyak 24.962 orang telah sembuh, dan 840 orang meninggal dunia," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.

Sebaran kasus aktif di Batam saat ini paling banyak berada di Kecamatan Batuaji yakni mencapai 6 kasus, kemudian disusul Sagulung dengan 2 kasus, Nongsa 2 kasus, Batam Kota 2 kasus, Bengkong 1 kasus, Lubukbaja 1 kasus, dan Galang 1 kasus.

Baca juga: ATURAN PPKM Level 1 di Batam, Soal Sekolah Tatap Muka hingga Jam Operasional Usaha

Baca juga: Tangis Keluarga Iringi Pelepasan Jenazah Ruslan Ali Wasyim, Dimakamkan di TPU Sambau

Sementara itu, lima kecamatan lainnya telah berzona hijau tanpa kasus aktif, seperti Batuampar, Sei Beduk, Sekupang, Belakangpadang dan Bulang.

Update Kasus Covid-19 di Kepri

Selanjutnya, perkembangan kasus covid-19 di Kepri terpantau melandai.

Satgas covid-19 Kepri mencatat hanya ada satu kasus baru virus corona hingga 19 Oktober 2021.

Penambahan satu kasus baru tersebut tercatat berada di Kabupaten Bintan.

Sementara enam daerah lain nihil penambahan kasus baru virus corona.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 Tahun 2021, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Karimun, Natuna dan Kabupaten Anambas berstatus PPKM level 1.

Sementara PPKM level 2 berada di Kabupaten Lingga serta Kota Tanjungpinang.

Masa PPKM ini berlaku hingga 8 November 2021.

Terhadap peta risiko yang masih tertanggal 17 Oktober 2021, wilayah Kepri masih dalam kategori zona kuning covid-19.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Lamidi juga menyampaikan, penambahan 15 pasien sembuh corona.

Selain Kota Tanjungpinang dengan 10 orang, penambahan pasien sembuh corona baru juga terdapat di Kabupaten Karimun dengan 2 orang, serta 3 di Kabupaten Bintan.

Tidak ada penambahan kasus baru kematian akibat covid-19 di Kepri.

Secara umum total konfirmasi se-Kepri sampai dengan 19 Oktober 2021 sebanyak 53.812 orang.

Dengan 63 kasus aktif, 51.995 pasien sembuh corona dan meninggal dunia akibat covid-19 sebanyak 1.754 orang.

Positivity rate di Kepri saat ini 0.23 persen. dan Bed Occupancy Ratio (BOR) kami hanya terpakai 3.11 persen.

"Kami tak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat kepri agar selalu tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari.

Baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat," ujarnya.

COVID-19 Varian Baru

Nama varian Covid-19 Mu belakangan jadi perbincangan masyarakat global.

Varian Mu sendiri masuk jajaran variants of interest yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ini adalah varian pertama yang masuk dalam kategori variants of interest, yang ditambahkan ke daftar sejak Juni, ketika varian Lambda dimasukkan dalam daftar.

Varian Mu dipandang sebagai masalah potensial yang lebih kecil daripada strain Delta atau Alpha dari virus SARS-CoV-2, yang telah ditetapkan sebagai varian yang menjadi perhatian (variants of concern) karena virulensinya yang meningkat.

Adapun varian Mu dari Covid-19 juga dikenal sebagai varian B.1.621, pertama kali terdeteksi di Kolombia pada bulan Januari.

Masuknya varian Mu ke dalam variants of interest, membuat WHO sementara waktu menganggapnya layak untuk pemantauan khusus.

Paul Griffin, ahli penyakit menular dari Mater Health Services dan University of Queensland, mengatakan para ahli kesehatan terus-menerus mencari varian yang mungkin lebih mudah menginfeksi orang yang divaksinasi, melalui mutasi pada protein lonjakan virus.

"Jika protein lonjakan itu berubah secara signifikan, maka pasti ada potensi vaksin Covid-19 bekerja kurang baik," katanya.

"Kami pikir akan ada waktu di mana itu menjadi sangat mungkin, tetapi kami belum benar-benar melihatnya," imbuh Griffin.

WHO menekankan, bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek varian Mu, tetapi Dr Griffin mengatakan, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Mu cocok sebagai varian pelarian.

Menurut WHO, prevalensi varian Mu dalam infeksi Covid-19 global sebenarnya telah menurun sejak pertama kali terdeteksi, namun prevalensi di Kolombia (39 persen) dan Ekuador (13 persen) secara konsisten meningkat.

Varian ini menyumbang kurang dari 0,1 persen dari semua infeksi Covid-19 global, tetapi wabah B.1.621 juga telah dilaporkan di beberapa bagian AS dan Eropa.

SUDAH Ada 9 varian Covid-19

Kini sudah ada sekitar 9 jenis mutasi virus corona, yang terbagi dalam variant of concern dan variant of interest.

Adapun yang terbaru adalah varian Mu, yang saat ini sedang dipantau Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Varian Mu yang secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621 dan diklasifikasikan sebagai variant of interest (VOI), pertama kali terdeteksi di Kolombia pada awal tahun 2021.

Varian Mu juga dilaporkan telah terdeteksi di negara-negara seperti Amerika Selatan (AS) dan Eropa.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dilaporkan bermutasi dari waktu ke waktu.

Mengutip Channel News Asia, WHO menjelaskan varian itu memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin, dan menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahaminya.

"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," kata WHO, Selasa (31/8/2021) dalam buletin pandemi mingguannya.

Sebelumnya kekhawatiran dalam penanganan pandemi dunia timbul setelah merebaknya varian Delta.

Varian ini memberikan dampak infeksi parah hingga kematian serta menghambat keampuhan vaksin.

Dengan terdeteksinya vasian Mu membuat sudah ada lima variants of interest yang antara lain:

1. Eta, pertama kali terdeteksi di beberapa negara pada Desember 2020

2. Lota, pertama kali terdeteksi di AS pada November 2020

3. Kappa, pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020

4. Lambda, pertama kali terdeteksi di Peru pada Desember 2020

5. Mu, pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021

Sedangkan empat variants of concern yang dinilai berpotensi memperburuk pandemi adalah:

1. Alpha, pertama kali terdeteksi di Inggris pada September 2020

2. Beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Mei 2020

3. Gamma, pertama kali terdeteksi di Brasil pada November 2020

4. Delta, pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Endra Kaputra)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved