CORONA KEPRI
Batam PPKM Level 1, Begini Kondisi Pelabuhan Sekupang Batam yang Kini ,Makin Ramai
Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang mulai dipadati para calon penumpang. Bukan itu saja, jumlah barang yang keluar juga mulai meningkat.
Penulis: Beres Lumbantobing |
Meski hanya sebatas tempat persinggahan penumpang datang dan pergi banyak warga masyarakat Batam yang menggantungkan hidup di lokasi ini.
Apalagi kala itu Batam masih berjaya, Batam menjadi pusat tujuan perantau untuk mengadu nasib.
“Memang terlihat seperti ini bang. Pelabuhan ini udah punya secara dalam hidup saya. Anak saya bisa makan dan sekolah lewat pekerjaan saya disini,” ujar seorang buruh pelabuhan Wan (46).
Wan menceritakan pengalamannya di saat pelabuhan Sekupang pernah ‘berjaya’.
“Saya ingat betul itu bang, tahun 2000-an, pelabuhan ini menjadi satu satunya akses pintu masuk dan keluar para perantau. Juga pintu keluar barang-barang. Ntah barang apalah yang penting bisa keluar,” kata dia.
Dari situ pula lah diakuinya banyak rekan-rekannya yang punya kehidupan layak.
Ia pun enggan menyebutkan nama rekan rekannya.
Tapi yang pasti, ia mengaku pernah melalui hal itu dikala itu.
Diakuinya hingga kini sudah banyak dari rekannya buruh kala itu beralih pekerjaan. Apalagi di saat pandemi covid-19 menerjang.
Pupus sudah harapan untuk mendapatkan rezeki.
Kendati begitupun, ia bersama rekannya buruh pelabuhan tak pernah mengeluh.
Apalagi saat saat ini kondisi covid terus memulih hingga level 1.
Harapan mereka pun kini pulih kembali, porter yang selama ini mengelu kini sudah kembali dapat mengumpulkan.
Pundi-pundi rezeki, walau tak banyak namun cukup untuk kebutuhan hidup.
Sedikitnya setiap porter dapat membawa pulang rezeki Rp 100.000