Breaking News:

BATAM TERKINI

3 Kapal Selundupkan Ribuan Batang Kayu Ilegal di Sagulung Batam, Kini Kasus Sudah P21

Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kepri menangkap 3 unit kapal pengangkut ribuan potong kayu bakau di perairan Dapur 12 Sagulung, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Kasus penangkapan 3 kapal yang mengangkut ribuan potong kayu di perairan Dapur 12 Sagulung Batam sudah P21. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kepri menangkap 3 unit kapal pengangkut ribuan potong kayu bakau di perairan Dapur 12 Sagulung, beberapa waktu lalu 

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhard, Jumat (22/10/2021).

“Iya, berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) dan tersangka serta Barang Bukti diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (tahap 2),” ujarnya.

Kasus itu terkait penyelidikan terhadap informasi dugaan tindak pidana Kehutanan terkait kegiatan Mengambil, Menampung, Membawa Kayu dari hasil kawasan hutan (Mangrove) yang terjadi di Dapur 12 - Sei Pelenggut, Jumat 25 Juni 2021.

Di lokasi tim menemukan ada 3 unit kapal kayu dengan muatan kayu bakau (Mangrove).

Kayu itu diambil dari sekitar perairan laut dapur dua belas dan pulau jaloh.

Kayu akan di ekspor ke Negara Singapura dan sudah 2 kali kayu diekspor ke Singapura.

Baca juga: BADAI La Nina Akan Terjang Indonesia Mulai November, Ini Pesan BMKG untuk Warga Batam

Tiga unit Kapal kayu yang membawa kayu bakau itu, KM. Ahmrina Rosyada mengangkut  4.041 batang kayu, dan KM. Amino Jaya sebanyak 8000 batang kayu dan kapal tanpa nama sebanyak 6.950 batang kayu.

Dari hasil penyelidikan berkaitan dengan kayu yang akan diekspor ke negara singapura, diperkirakan harga 1 batang kayu tersebut berkisar sebesar Rp 12.000 sampai Rp 15.000.

Sementara jumlah keseluruhan kayu yang diamankan 18.000.

Dapat diperkirakan total kerugian negara berkisar sebesar Rp. 234.000.000 

Tersangka pun dijerat Pasal 87 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan orang perseorang an yang dengan sengaja “membeli, memasarkan, dan/atau mengolah hasil hutan kayu yang berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah” dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp500.000.000. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved