Breaking News:

BATAM TERKINI

BURUH Batam Demo di Halaman Kantor Walikota, Ini Isi Tuntutan Mereka

Buruh Batam menggelar demo di depan kantor Walikota Batam, Selasa (26/10/2021). Ada sejumlah tuntutan yang diajukan ke pemerintah lewat demo ini.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Puluhan buruh FSPMI berdemo di depan Kantor Pemerintah Kota Batam, Selasa (26/10/2021).   

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Puluhan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam berkumpul menggelar demonstrasi di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, pada Selasa (26/10/2021).

Demonstrasi ini berlangsung pada sekira pukul 9:00 WIB sampai menjelang siang. Puluhan pekerja yang mengenakan seragam putih biru FSPMI tersebut menyuarakan aspirasinya melalui pengerasi suara. Ini merupakan aksi yang digelar serentak secara nasional.

Tak berapa lama kemudian, sejumlah perwakilan FSPMI Batam pun ditemui oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Pebrialin, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Rudi Sakyakirti. Beberapa perwakilan buruh pun menyampaikan tuntutannya sebagai berikut:

Buruh meminta pemerintah melakukan penyesuaian upah minimum di tahun 2022 dengan situasi perekonomian masyarakat Batam saat ini.

Mengingat, harga barang dan sembako dirasa meningkat dan tak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

Kemudian, para pekerja juga menuntut agar regulasi perjanjian kerja bersama (PKB) diperbaiki kualitasnya.

Dalam hal ini, para buruh menolak dengan tegas Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dirasa merugikan pihak pekerja.

"Selain itu kami juga menuntut Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang sudah bertahun-tahun diperjuangkan. Ini sangat penting, karena ketika kami berselisih, buruh tidak punya anggaran untuk sidang," ujar Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam, Ramon.

Selama ini, para buruh yang hendak mengurus perkara industrial harus bolak-balik ke Kota Tanjungpinang naik kapal, karena hanya di wilayah tersebut terdapat PHI. Buruh pun menuntut Pemko Batam untuk menyediakan fasilitas dan anggaran PHI di Batam.

Baca juga: 600 Warga Batam Jadi Sampel Survei Kekebalan Tubuh Covid-19, Pulang Bawa Beras 10 Kg

Baca juga: CATAT! Terowongan Pelita Batam Bakal Ditutup Total Selama 2 Hari Mulai 29 Oktober 2021

"Sebab, industri di Kepri itu paling banyak di Batam, perselisihan juga paling banyak," ujar Ramon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved