Breaking News:

BNNP Kepri Musnahkan 264,04 Gram Sabu dan 9.806 Pil Ekstasi Dari Dua Tersangka

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri memusnahkan 264,04 gram sabu-sabu dan 9.806 pil ekstasi dari dua tersangka, Kamis (28/10)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
BNNP Kepri gelar konferensi pers pemusnahan 264,04 gram sabu dan 9.806 pil ekstasi dari dua tersangka, Kamis (28/10/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 264,04 gram narkotika jenis sabu dan 9.806 pil ekstasi dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, Kamis (28/10/2021).

Barang haram tersebut merupakan milik 2 (dua) tersangka sindikat peredaran narkoba jaringan internasional di Kepri.

Kepala BNN Kepri, Brigjen Pol Drs. Hendry P Simanjuntak mengatakan, kedua tersangka ditangkap di tempat berbeda.

Tersangka pertama, pria berinisial A (35), ditangkap oleh petugas Bea Cukai dan Avsec Bandara Hang Nadim Batam tanggal 3 Oktober 2021 lalu.

Bahkan, petugas bandara sempat membawa A ke RS Awal Bros untuk dilakukan rontgen di bagian perutnya.

Setelah A ketahuan menyimpan sabu tersebut di dalam perut, petugas pun memintanya untuk mengeluarkannya.

Setelah dikeluarkan, terdapat 3 (tiga) buah plastik hitam berisikan sabu dengan berat bruto 301,2 (tiga ratus satu koma dua) gram.

Baca juga: ASN Imigrasi Tanjungpinang Dituntut 3 Tahun Penjara Karena Narkoba

Baca juga: Sepak Terjang Bandar Narkoba Batam, Punya Akses Langsung ke Malaysia, Bisnis Modal Kepercayaan

"Satu tersangka lagi berkaitan dengan kasus peredaran pil ekstasi di Balai Karimun," ujar Henry saat memimpin konferensi pers.

Henry menjelaskan, dari kasus peredaran pil ekstasi di Karimun berhasil ditangkap seorang pria berinisial T (39).

Ia ditangkap di parkiran Hotel Karimun City, Minggu (17/10/2021).

"Kasus ini masih dalam pengemebangan untuk mengungkap jaringan lainnya," ujarnya lagi.

Untuk tersangka T, Henry mengungkapkan jika dia telah diintai sejak lama.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita sebanyak 10.072 gram pil ekstasi.

Kuat dugaan, barang tersebut diperoleh dari Malaysia yang akan diedarkan di Kepri.

"Kita masih lakukan pengembangan lebih lanjut," tutup Henry.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal yaitu hukuman mati atau penjara seumur hidup.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved