Rabu, 29 April 2026

BATAM TERKINI

Pengusaha Salut BP Batam Banyak Berubah, Abidin: Dulu Birokrasi Sulit Sekali, Seperti Hantu

Sejumlah pengusaha di Batam mengapresiasi perubahan BP Batam saat ini. Skema perizinan dinilai sudah lebih efisien dan mudah dibanding sebelumnya.

Tayang:
ISTIMEWA
Direktur Utama PT Sat Nusa Persada, Abidin Hasibuan, menerima penghargaan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Kamis (28/10/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perjalanan 50 tahun Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam membangun infrastruktur serta memfasilitasi kegiatan usaha turut diapresiasi oleh para pengusaha yang berinvestasi di Kota Batam.

Ada beberapa perusahaan yang telah berkontribusi membangun Kota Batam sejak awal, seperti PT McDermott Indonesia, PT Caterpillar Indonesia Batam, PT TDK Electronics Indonesia dan masih banyak lagi.

Kegiatan usaha pun kian bertumbuh seiring dengan perkembangan infrastruktur Kota Batam, contohnya seperti PT Caterpillar Indonesia Batam yang mulai berdiri di Batam sejak tahun 2012, dan melakukan produksi pertama di tahun 2013.

Pada tahun awal produksi itu, PT Caterpillar hanya memiliki 94 karyawan.

Kini, PT Caterpillar menjadi salah satu perusahaan besar memiliki jumlah karyawan lebih dari 1.000 dan produksi meningkat hingga 40 persen.

Hal yang sama dirasakan oleh para pengusaha lainnya.

Direktur Utama PT Sat Nusa Persada, Abidin Hasibuan, mengungkapkan, skema perizinan di BP Batam saat ini sudah lebih efisien dan mudah dibanding beberapa tahun lalu.

"Kami terimakasih kepada BP Batam. Jika dibandingkan dulu, BP Batam sudah banyak berubah. Kalau dulu birokrasi sulit sekali, seperti hantu, tetapi sekarang urus apa-apa sudah lebih mudah. Selain itu kita lihat, infrastruktur yang dibangun BP Batam adalah bukti bahwa pak Muhammad Rudi adalah seorang pekerja keras," kata Abidin, dalam sambutannya setelah menerima penghargaan Most Inspiring Businessman. 

Abidin juga mengaku jika BP Batam sudah banyak berubah, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun kinerja birokrasi.

Sebagai masukan untuk pemerintah, dalam hal ini termasuk BP Batam, Abidin meminta pemerintah untuk bekerjasama dengan institusi pendidikan teknik seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) guna menyuplai tenaga kerja di bidang IT.

Ia mengakui, kurangnya sumber daya manusia (SDM) di bidang informasi dan teknologi membuat sejumlah perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja IT.

Padahal, di era modern seperti sekarang ini, segala pekerjaan diharapkan lebih efisien dengan menerapkan digitalisasi.

"Ke depannya kami ingin semuanya digital," ujar Abidin.

Selain itu, pengusaha juga berharap pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Batu Ampar dapat segera selesai.

Hal ini berkaitan dengan arus keluar masuk logistik yang menjadi komponen penting dalam pergerakan industri di Batam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved