BATAM TERKINI
APAKAH La Nina Bakal Ancam Batam? Ini Kata Pakar dari Politeknik Negeri Batam
Apakah La Nina akan mengancam Batam? Berikut penjelasan Muhammad Zainuddin Lubis, S.I.K., M. Si, Dosen Politeknik Negeri Batam.
BATAM, TRIBUNBATAM - Fenomena La Nina diprediksi akan melanda Indonesia hingga Februari 2022 mendatang.
Banyak persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Batam.
Lantas, apakah La Nina akan mengancam Batam?
Berikut ini penjelasan Muhammad Zainuddin Lubis, S.I.K., M. Si, Dosen Politeknik Negeri Batam: Teknologi Kelautan, Akustik Kelautan, GIS , Penginderaan Jauh Kelautan, Oseanografi kepada TRIBUNBATAM.id
La Nina adalah banyaknya air yang lebih dingin dari rata-rata di bawah permukaan Pasifik khatulistiwa yang terjadi di lautan.
Air bawah permukaan ini menyediakan sumber untuk permukaan, dan telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir ini.
Efek meningkatnya dengan faktor La-Nina maka akan berdampak terhadap Suhu Permukaan Laut, Tinggi muka air laut yang saat ini terjadi di Batam, tepatnya pada Bulan November 2021.
Adanya sebuah tanda dalam kondisi saat ini, yaitu mencapai kondisi La Niña, dengan adanya atmosfer yang menunjukkan tanda-tanda dalam melakukan respon terhadap air permukaan yang lebih dingin dari rata-rata.
Baca juga: La Nina Diprediksi Terjang Indonesia, Apa Itu dan Harus Bagaimana?
Baca juga: BADAI La Nina Akan Terjang Indonesia Mulai November, Ini Pesan BMKG untuk Warga Batam
Selama sebulan terakhir, tepatnya di bulan Oktober 2021, angin memiliki tingkat yang rendah berada di dekat khatulistiwa, yang biasanya bertiup dari timur ke barat, lebih kuat dari rata-rata, begitu pula angin barat ke timur yang tinggi di atmosfer.
Seperti yang kita lihat di peta di bawah, pusat anomali suhu permukaan laut cenderung sedikit lebih lemah dan sedikit lebih jauh ke barat selama La Niña daripada El Niño.
Perbedaan kekuatan dan lokasi berarti respons angin pasat tidak akan berlawanan pada La Niña dan El Nio, hasil ini memberikan respon yang cenderung lebih lemah dan berpusat lebih jauh ke barat selama La Nia daripada El Niño.
Rata-rata anomali suhu permukaan laut November – Januari (°C) untuk 10 peristiwa El Niño (atas) terkuat dan peristiwa La-Nina (bawah) teratas sejak 1950 berdasarkan indeks Niño3.4 November – Januari.
Anomali dihitung hubungannya dengan periode dasar 30 tahun yang diperbarui setiap 5 tahun.
Dengan terjadinya proses memanasnya air laut yang terus terjadi selama La-Nina berlangsung tepatnya di perairan Indonesia- tepatnya di area Kepulauan KEPRI- BATAM, (Juli-Desember 2018) yang diikuti penguapan tinggi sehingga membentuk awan hujan yang membuat hujan di atas normal untuk wilayah Indonesia.
Kemudian fenomena La-Nina ini ditandai dengan SPL yang berangsur-angsur menurun, dimana pada masa pasca La-Nina (Januari-Mei 2017)kondisi SPL perairan sudah menurun sehingga sering disebut juga sebagai fase dingin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/la-nina-1.jpg)