Selasa, 14 April 2026

BATAM TERKINI

APAKAH La Nina Bakal Ancam Batam? Ini Kata Pakar dari Politeknik Negeri Batam

Apakah La Nina akan mengancam Batam? Berikut penjelasan Muhammad Zainuddin Lubis, S.I.K., M. Si, Dosen Politeknik Negeri Batam.

Tribunnews
LA NINA - Yang terjadi pada fenomena La Nina adalah pendinginan yang tidak biasa di mana anomali suhunya melebihi minus 0,5 derajat celcius di area yang sama dengan El Nino. FOTO: ILUSTRASI 

BATAM, TRIBUNBATAM - Fenomena La Nina diprediksi akan melanda Indonesia hingga Februari 2022 mendatang.

Banyak persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Batam.

Lantas, apakah La Nina akan mengancam Batam?

Berikut ini penjelasan Muhammad Zainuddin Lubis, S.I.K., M. Si, Dosen Politeknik Negeri Batam: Teknologi Kelautan, Akustik Kelautan, GIS , Penginderaan Jauh Kelautan, Oseanografi kepada TRIBUNBATAM.id

La Nina adalah banyaknya air yang lebih dingin dari rata-rata di bawah permukaan Pasifik khatulistiwa yang terjadi di lautan.

Air bawah permukaan ini menyediakan sumber untuk permukaan, dan telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir ini.

Efek meningkatnya dengan faktor La-Nina maka akan berdampak terhadap Suhu Permukaan Laut, Tinggi muka air laut yang saat ini terjadi di Batam, tepatnya pada Bulan November 2021. 

Adanya sebuah tanda dalam kondisi saat ini, yaitu mencapai kondisi La Niña, dengan adanya atmosfer yang menunjukkan tanda-tanda dalam melakukan respon terhadap air permukaan yang lebih dingin dari rata-rata.

Baca juga: La Nina Diprediksi Terjang Indonesia, Apa Itu dan Harus Bagaimana?

Baca juga: BADAI La Nina Akan Terjang Indonesia Mulai November, Ini Pesan BMKG untuk Warga Batam

Selama sebulan terakhir, tepatnya di bulan Oktober 2021, angin memiliki tingkat yang rendah berada di dekat khatulistiwa, yang biasanya bertiup dari timur ke barat, lebih kuat dari rata-rata, begitu pula angin barat ke timur yang tinggi di atmosfer.

Seperti yang kita lihat di peta di bawah, pusat anomali suhu permukaan laut cenderung sedikit lebih lemah dan sedikit lebih jauh ke barat selama La Niña daripada El Niño.

Perbedaan kekuatan dan lokasi berarti respons angin pasat tidak akan berlawanan pada La Niña dan El Nio, hasil ini memberikan respon yang cenderung lebih lemah dan berpusat lebih jauh ke barat selama La Nia daripada El Niño. 

Rata-rata anomali suhu permukaan laut November – Januari (°C) untuk 10 peristiwa El Niño (atas) terkuat dan peristiwa La-Nina (bawah) teratas sejak 1950 berdasarkan indeks Niño3.4 November – Januari.

Anomali dihitung hubungannya dengan periode dasar 30 tahun yang diperbarui setiap 5 tahun.

Dengan terjadinya proses memanasnya  air  laut  yang terus terjadi  selama  La-Nina berlangsung  tepatnya di perairan Indonesia- tepatnya di area Kepulauan KEPRI- BATAM, (Juli-Desember  2018)  yang  diikuti  penguapan  tinggi  sehingga membentuk  awan  hujan  yang membuat  hujan di  atas  normal  untuk  wilayah Indonesia. 

Kemudian  fenomena  La-Nina  ini  ditandai  dengan  SPL  yang berangsur-angsur menurun, dimana pada masa pasca La-Nina (Januari-Mei 2017)kondisi  SPL  perairan  sudah  menurun  sehingga  sering  disebut  juga sebagai fase dingin.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved