5 Cara Aman Berkendara di Jalan Tol, Jangan 'Tergoda' Ngebut
Berbeda dengan mengemudi mobil di jalan raya berkendara di jalan tol lazimnya melaju dengan kecepatan tinggi karena kondisi jalan yang lengang
TRIBUNBATAM.id - Berkendara di jalan tol tergolong susah-susah gampang.
Disebut gampang karenkan jalan tol adalah jalur bebas hambatan, di mana tak banyak kendaraan yang melaju.
Di sisi lain, berkendara di jalur tol punya potensi mengerikan bagai yang lalai.
Berbeda dengan mengemudi mobil di jalan raya, berkendara di jalan tol lazimnya melaju dengan kecepatan tinggi.
Lengangnya jalan membuat banyak pengendara "tergoda" memacu mobil dengan cepat.
Kondisi tersebut justru membuat potensi terjadinya kecelakaan semakin tinggi.
Baca juga: Pengendara Mabuk Tewas Dalam Kecelakaan, Diduga Korban Lepas Kendali Saat Berkendara
Baca juga: Waspadai Blind Spot Ketika Berkendara, Intip Tips Agar Aman Berkelana di Jalan Raya
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat melaju di jalan tol, beberapa hal perlu diperhatikan.
Terlebih bagi Anda yang baru pertama kali atau tidak terlalu sering melintas dijalan tol, tips aman berikut ini bisa menjadi rujukan.
1. Patuhi batas kecepatan
Mengemudi di jalan bebas hambatan harus mematuhi batas kecepatan yang ditentukan.
Untuk batas maksimal kecepatan yang diperbolehkan memang lebih tinggi dibandingkan di jalan raya.
Meski demikian, bukan berarti pengendara bisa bebas menginjak pedal gas hingga melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan.
Kendati kondisi ruas tol minim kendaraan, tetapi potensi kecelakaan yang bisa terjadi tetap ada dan bahkan tinggi.
Apalagi jika pengemudi melaju dengan kecepatan yang melebihi batas kecepatan.
"Sebenarnya sederhana, cukup taati aturan saja, termasuk soal batas kecepatan di jalan tol, minimal 60 dan maksimal 100 kilometer per jam," ujar pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Detik-detik 3 Cewek Berkendara Honda Jazz Dikejar Diteriaki Maling setelah Belanja di Alfamart
Baca juga: JANGAN LUPA! Hari Ini Polisi Mulai Gelar Operasi Zebra, Cek Dulu Kelengkapan Berkendara
2. Waspadai aquaplaning saat hujan
Intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia yang mulai meningkat membuat situasi saat berkendara menjadi lebih berisiko dibandingkan dalam keadaan normal.
Djoko mengingatkan, berkendara di bawah guyuran hujan dan jalan tergenang bisa menimbulkan gejala aquaplaning.
Ketika mobil mengalami hal ini, otomatis traksi roda akan sangat berkurang lantaran ban kehilangan daya cengkram.
Efeknya bisa sangat fatal, mulai dari mobil yang kehilangan kendali hingga menyebabkan kecelakaan.
Oleh karena itu, pengemudi harus menguasai kendaraannya.
"Kalau hujan deras dan tidak dapat menguasai kemudi, sebaiknya berhenti di rest area, waspadai aquaplaning," ujar Djoko.
Baca juga: Tidak Terima Ditegur Saat Berkendara, Seorang Pria Pukul Tetangganya Sendiri
Baca juga: Polwan Tewas di Tempat Usai Ditabrak Mobil Wakil Bupati yang Sedang Mabuk Saat Berkendara
3. Kondisi pengemudi dan kendaraan harus prima
Tips lainnya, kata Djoko, pengemudi harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum berkendara.
Menurut dia, kondisi fisik yang kurang fit bisa menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, pengemudi juga harus memastikan kendaraannya dalam kondisi prima.
Djoko mengatakan, penting untuk dilakukan pengecekan kendaraan sebelum berkendara di jalan tol.
"Pastikan juga kondisi kendaraan harus prima, masuk jalan tol mobil harus prima," ujar Djoko.
4. Jaga jarak aman
Menjaga jarak aman saat berkendara menjadi hal yang wajib diperhatikan pengemudi.
Menurut Djoko, salah satu penyebab kecelakaan yang paling sering terjadi karena pengemudi tidak menjaga jarak aman saat berkendara.
Baca juga: Jalan Tol Sepanjang 2.770 KM dari Aceh ke Lampung Optimistis Akan Rampung 2024
Baca juga: Viral Pasangan Pengantin Menikah di Dalam Bus, Sempat Putar-putar di Jalan Tol
Hal ini menyebabkan pengemudi tak bisa mengantisipasi saat terjadi situasi yang tidak terduga dan berpotensi terjadinya kecelakaan.
"Jaga jarak aman antar kendaraan juga, sebagai pengemudi yang profesional pastinya sudah tahu berapa jarak amannya," kata Djoko.
5. Pahami bahwa bahu jalan hanya untuk kondisi darurat
Jika dalam kondisi darurat, gunakan bahu jalan tol.
Sebaliknya, jika tidak mengalami kondisi darurat sangat tidak disarankan untuk menggunakan bahu jalan tol untuk berhenti apalagi untuk beristirahat.
Pengelola jalan tol sudah menyiapkan tempat istirahat khusus bagi pengendara yang merasa lelah, yakni di rest area.
Larangan berhenti di bahu jalan ini juga ditegaskan melalui rambu yang ada di sepanjang jalan tol.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang bisa membahayakan.
"Jangan menggunakan bahu jalan bila tidak mengalami kondisi darurat, dan jangan gunakan bahu jalan untuk menyalip, itu berarti kan tidak taat aturan, bahu jalan fungsinya bukan untuk nyalip," kata Djoko dikutip dari Kompas.
"Kalau semua tadi sudah dilakukan, terakhir sebelum berangkat ya tinggal berdoa," kata Djoko.
Baca juga: Pemerintah Indonesia Digugat Pangeran Cendana Rp 56 M, Imbas Asetnya Diratakan untuk Jalan Tol
Baca juga: Jembatan Batam Bintan Berstandar Jalan Tol, Wabup Bintan: Kalau Lancar, Kepri Semakin Maju
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jalan-tol_20170529_122452.jpg)