Kamis, 7 Mei 2026

CORONA KEPRI

Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Sisa 18 Orang, Batam dan Bintan Sumbang Pasien Baru

Satgas Covid-19 Kepri mencatat kasus aktif covid-19 saat ini tinggal 18 orang. Paling banyak berada di Batam sebanyak 10 orang, lalu Bintan 3 orang

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Sisa 18 Orang, Batam dan Bintan Sumbang Pasien Baru. Foto Jubir Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana 

Kasus Aktif Berkurang

Perkembangan kasus covid-19 di Kepri terus melandai dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan kondisi tersebut, membawa 7 kabupaten/kota di Kepri ditetapkan PPKM Level 1.

Hal itu tercantum dalam ketentuan Inmendagri nomor 58 tahun 2021 yang dikeluarkan pada tanggal 8 November 2021 dan mulai diberlakukan pada 9 November 2021 kemarin.

Menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, per Rabu 10 November 2021 hanya tersisa 18 kasus aktif.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.

Ia menjelaskan, dari 7 kabupaten/kota di Kepri yang sudah lama kosong atau tidak ada kasus aktif dan kasus konfirmasi adalah Kabupaten Lingga

"Jika minggu ini tidak ada kasus aktif, maka Lingga bisa dinyatakan zonasi hijau," kata Tjetjep kepada Tribunbatam.id, Kamis.

Sedangkan Kabupaten Natuna saat ini juga sedang mengarah ke hijau, karena memang sudah tidak ada kasus konfirmasi dan aktif.

Sementara Kota Tanjungpinang dan Anambas, termasuk sudah lama tidak ada kasus konfirmasi, namun masih ada kasus aktif.

"Kalau kasus aktif ini sudah sembuh dan tidak ada kasus baru dan sudah selama 28 hari, maka akan termasuk zona hijau," jelas Tjetjep.

Menurutnya, yang paling lama dari zona kuning ke hijau adalah wilayah yang masih terdapat kasus konfirmasi seperti Batam dan Bintan.

"Harapan kita tentu tidak ada lagi kasus konfirmasi, sehingga bisa mempertahankan zona sekarang, apalagi semua daerah di Kepri saat ini diterapkan PPKM level 1. Tentu disiplin kesehatan harus dijalankan secara ketat," ujarnya.

Di sisi lain, Tjetjep mengungkapkan, bahwa kini terdapat varian baru dari varian Delta, varian tersebut adalah varian AY 4.2.

"Varian AY 4.2 ini lebih ganas dari pada varian Delta, varin ini sudah terdeteksi di Singapura dan Malaysia," kata Tjetjep.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved