CORONA KEPRI
Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Sisa 18 Orang, Batam dan Bintan Sumbang Pasien Baru
Satgas Covid-19 Kepri mencatat kasus aktif covid-19 saat ini tinggal 18 orang. Paling banyak berada di Batam sebanyak 10 orang, lalu Bintan 3 orang
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat kasus aktif covid-19 tinggal 18 orang.
Itu setelah ada penambahan 2 pasien baru yakni masing-masing dari Kota Batam dan Kabupaten Bintan.
Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana merinci, 18 kasus aktif covid itu tersebar di Batam 10 orang, Tanjungpinang 1 orang, Bintan 3 orang, Anambas dan Karimun 2 orang. Sedangkan di Natuna, dan Lingga bertahan nol kasus aktif.
"Pekan depan Lingga dapat zona hijau bila bertahan nol kasus aktif," ujarnya, menyampaikan data perkembangan Covid-19 Kepri pada 10 November 2021.
Tjetjep menyampaikan, total jumlah pasien Covid-19 di Kepri saat ini mencapai 53.863 orang.
Tersebar di Batam 25.919 orang, Tanjungpinang 10.227 orang, Bintan 5.583 orang, Karimun 5.485 orang, Anambas 1.844 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.495 orang.
Sementara itu, untuk warga yang sembuh dari Covid-19 bertambah enam orang dan ada di Tanjungpinang.
Baca juga: Apindo Sebut 90 Persen Warga Kepri Sudah Divaksinasi Covid-19
Baca juga: Kapan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai? Ini Kata Kadinkes Bintan
Total jumlah pasien sembuh Covid-19 di Kepri sejak pandemi sampai sekarang mencapai 52.089 orang.
Tersebar di Batam 25.069 orang, Tanjungpinang 9.824 orang, Bintan 5.400 orang, Karimun 5.322 orang, Anambas 1.796 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.453 orang.
Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19 sebanyak 1.756 orang. Tersebar di Batam 840 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 46 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 42 orang.
"Warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 sudah jarang terjadi. Alhamdulillah," tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.
"Tingkatkan selalu kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, kerja dan lingkungan masyarakat," imbaunya.
Lebih lanjut, Satgas Penanganan Covid-19 menetapkan seluruh kabupaten dan kota di Kepri sebagai Zona Kuning atau risiko penularan sedang.
Sementara pemerintah pusat menetapkan Kepri termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.
Kasus Aktif Berkurang
Perkembangan kasus covid-19 di Kepri terus melandai dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan kondisi tersebut, membawa 7 kabupaten/kota di Kepri ditetapkan PPKM Level 1.
Hal itu tercantum dalam ketentuan Inmendagri nomor 58 tahun 2021 yang dikeluarkan pada tanggal 8 November 2021 dan mulai diberlakukan pada 9 November 2021 kemarin.
Menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, per Rabu 10 November 2021 hanya tersisa 18 kasus aktif.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.
Ia menjelaskan, dari 7 kabupaten/kota di Kepri yang sudah lama kosong atau tidak ada kasus aktif dan kasus konfirmasi adalah Kabupaten Lingga
"Jika minggu ini tidak ada kasus aktif, maka Lingga bisa dinyatakan zonasi hijau," kata Tjetjep kepada Tribunbatam.id, Kamis.
Sedangkan Kabupaten Natuna saat ini juga sedang mengarah ke hijau, karena memang sudah tidak ada kasus konfirmasi dan aktif.
Sementara Kota Tanjungpinang dan Anambas, termasuk sudah lama tidak ada kasus konfirmasi, namun masih ada kasus aktif.
"Kalau kasus aktif ini sudah sembuh dan tidak ada kasus baru dan sudah selama 28 hari, maka akan termasuk zona hijau," jelas Tjetjep.
Menurutnya, yang paling lama dari zona kuning ke hijau adalah wilayah yang masih terdapat kasus konfirmasi seperti Batam dan Bintan.
"Harapan kita tentu tidak ada lagi kasus konfirmasi, sehingga bisa mempertahankan zona sekarang, apalagi semua daerah di Kepri saat ini diterapkan PPKM level 1. Tentu disiplin kesehatan harus dijalankan secara ketat," ujarnya.
Di sisi lain, Tjetjep mengungkapkan, bahwa kini terdapat varian baru dari varian Delta, varian tersebut adalah varian AY 4.2.
"Varian AY 4.2 ini lebih ganas dari pada varian Delta, varin ini sudah terdeteksi di Singapura dan Malaysia," kata Tjetjep.
Untuk memperkuat pertahanan dan mencegah masuknya varian tersebut, Pemerintah telah membentuk Satgas khusus yang dipimpin oleh Danrem.
"Satgas khusus ini sudah melakukan langkah-langkash pencegahan di pelabuhan bersama tim kesehatan pelabuhan dan keimigrasian. Mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang datang dari Singapura maupun Malaysia, kemudian dikarantina selama 5 hari dan terakhir dites PCR," jelas Tjetjep.
Menurut Tjetjep, jika langkah ini dijalankan secara konsisten, maka varian apapun bisa dikendalikan.
"Dan tentunya masyarakat harus tetap ketat dalam protokol kesehatan dan vaksinasi," ucapnya.
Meskipun demikian, Tjetjep mengatakan mungkin saja terjadi lonjakan kasus apabila terdapat kelalaian dalam menerapkan Protokol kesehatan, terlebih saat ini sudah ada varian baru tersebut yang terdeteksi di Singapura dan Malaysia.
"Harapan saya hanya dua hal utama, yaitu pertama menjalankan prokes dengan ketat dan yang kedua kita tuntaskan vaksinasi baik vaksin pertama, dua, dan lansia," pungkasnya...
(Tribunbatam.id/endrakaputra/Muhammad Ilham)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1407tjetjep-yudiana.jpg)