Selasa, 12 Mei 2026

CORONA KEPRI

KEBANYAKAN Stok, Pemprov Kepri Relokasi 33.000 Dosis Vaksin Pfizer Ke Sumut

Pemerintah Provinsi Kepri merelokasi 33.000 dosis vaksin pfizer ke Provinsi Sumatera Utara karena jumlah stok untuk Kepri terlalu banyak.

Tayang:
Channel News Asia
Pemerintah Provinsi Kepri merelokasi 33.000 dosis vaksin pfizer ke Provinsi Sumatera Utara karena jumlah stok untuk Kepri terlalu banyak. Ilustrasi vaksin pfizer 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Provinsi Kepri menerima Vaksin Pfizer sebanyak 34.152 dosis beberapa waktu lalu. 

Namun lantaran jumlahnya terlalu banyak, Pemprov Kepri hanya menerima 1.152 dosis.

Maka sisa vaksin Pfizer direlokasi ke Sumatera Utara (SUMUT) sebanyak 33 ribu dosis.

"Risiko tak terserap, expirenya juga pendek maka direlokasi ke SUMUT sebesar 33 ribu dosis," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, Kamis (11/11/2021).

Diakuinya 1.152 dosis ini lebih digunakan untuk masyarakat Kepri dosis kedua. Dimana sebelumnya dosis pertama juga menggunakan vaksin Pfizer.

"Vaksinnya kita gunakan untuk dosis 1 dan dosis 2 di Kepri," ujarnya saat berada di Jalan Engku Puteri, tepatnya Nyonya Terasi Batam Center usai makan siang.

Ia menegaskan apabila masyarakat sebelumnya menggunakan pfizer untuk dosis 1, maka dosis 2 juga harus menggunakan vaksin pfizer.

Baca juga: Pemko Batam Alokasikan Rp 117 Miliar untuk Tangani Covid-19 di Batam

Baca juga: Cuaca Buruk, Kapal Dari Batam ke Lingga Ambil Rute Lain Hindari Gelombang Laut Tinggi

"Sudah kita penuhi semua. Mana yang pfizer kita berikan pfizer," katanya.

Bisri mengaku warga Kepri yang akan divaksin dosis 1 tidak banyak lagi.

Sehingga apabila expirenya tinggal sebulan lagi, dan diprediksi tidak terserap, atau lebih banyak jumlah vaksin dari sasarannya, maka, pihaknya meminta pemerintah pusat untuk merelokasi ke Provinsi lain.

Ia menambahkan capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri sudah mencapai 90 persen. Tinggal 10 persen lagi.

"Lansia juga sebenarnya sudah di atas 60 persen," katanya.

Dalam hal ini, Bisri juga mengimbau warga Kota Batam tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes). Walaupun seluruh wilayah di Kepri sudah memasuki PPKM level 1.

"Kita tak boleh gegabah. Prokes tetap harus dijalankan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, menggunakan handsanitizer, jauhi kerumunan," kata Bisri sembari meninggalkan lokasi. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
 

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun bekasi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved