Breaking News:

BATAM TERKINI

Tanaman dan Hewan Tanpa Surat Karantina Diamankan Ditpam BP Batam di Pelabuhan Sekupang

Ditpam BP Batam mengamankan tanaman dan hewan yang akan dikirim melalui Pelabuhan Sekupang Batam tapi tak dilengkapi surat karantina.

ISTIMEWA
Ditpam BP Batam bersama petugas Kantor Karantina Pertanian Batam mengamankan temuan flora dan fauna dari Batam yang hendak dikirim tanpa dokumen lengkap. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam menghentikan proses pengiriman binatang dan tumbuhan dari Batam ke Pekanbaru di Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam, pada Jumat (5/11/2021) malam.

Kegiatan pengiriman itu dilakukan oleh salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Dumai Express berinisial RY.

Aksi RY berhasil dihentikan pada sekira pukul 19:10 WIB karena tidak memiliki dokumen pendukung yang lengkap berupa surat karantina hewan dan tumbuhan sebagai salah satu syarat pengiriman Antar Area (Domestik Keluar).

Kepala Sub Direktorat Pengamanan Aset dan Objek Vital, Kurniawan, dalam kesempatan terpisah mengatakan, barang-barang yang diamankan oleh anggota Ditpam antara lain, 1 ekor tarantula, 54 ekor tokek belang, 2 ekor kura-kura, dan 19 tumbuhan berjenis Dionaea Muscipula atau Venus Flytrap Dracula.

"Selain binatang dan tumbuhan, sebanyak 96 dus Casing HP juga berhasil diamankan. Barang-barang tersebut akan diproses oleh petugas Karantina Pertanian Batam karena tidak memiliki dokumen yang lengkap," ujar Kurniawan.

Ia kemudian menjelaskan, sebelum dihentikan, RY mulanya menemui salah satu anggota Ditpam yang sedang bertugas menjaga pintu ruang tunggu bawah dan meminta izin untuk memasukkan barang ke kapal melalui ruang tunggu tersebut.

Baca juga: PROMO 11.11 TB Gramedia Batam, Ada Diskon Pembelian Buku hingga 25 Persen

Baca juga: AKHIRNYA! Semua Desa di Lingga Sudah Ada Listrik Setelah Ada PLTD Busung Panjang

Baca juga: PROMO McDonalds, Hari Ini Ada Cashback 50 Persen, Belanja Rp 100 Ribu Bayar Rp 50 Ribu

Anggota Ditpam yang bertugas lantas menanyakan perihal barang yang akan dimasukkan ke kapal.

Setelah dicek, barang-barang tersebut diamankan oleh anggota Ditpam bersama Komandan Regu dan petugas Karantina Pertanian Batam di Pelabuhan Domestik Sekupang.

"Salah satu saksi lainnya berinisial OY juga kami mintai keterangan karena turut membawa barang tersebut dari kediaman pemilik berinisial ST di Perumahan Golden Land ke pelabuhan. ST sendiri saat ini berada di Pekanbaru," jelas Kurniawan.  

Setelah mencegah pengiriman barang tersebut, kasus ini kemudian dilimpahkan kepada petugas Karantina Pertanian Batam untuk diproses lebih lanjut, di mana satwa dan tanaman akan dikembalikan kepada ST selaku pemilik dengan syarat harus memenuhi perjanjian sebagai berikut:

1. Tidak mengulangi kegiatan tersebut dan menjalani proses sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

2. Tidak memindahtangankan barang-barang tersebut sebelum memperoleh hasil identifikasi tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam.

3. Melakukan pelaporan kepada Karantina Pertanian Batam dan BKSDA sebelum memindahkan satwa dan tanaman tersebut dari Batam ke Pekanbaru. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved