Minggu, 10 Mei 2026

APA Itu Obat Covid Molnupiravir? Diklaim Paling Ampuh Atasi Virus dan Dibeli Indonesia

Indonesia memesan obat Covid-19 yang sedang populer dan diklaim ampuh mengatasi virus termasuk corona yakni molnupiravir. Apa kehebatannya?

Tayang:
pixabay.com
Indonesia memesan obat Covid-19 yang sedang populer dan diklaim ampuh mengatasi virus termasuk corona yakni molnupiravir. Ilustrasi 

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, mengatakan, molnupiravir adalah obat oral antivirus atau obat antivirus yang diminum.

"Molnupiravir obat antivirus yang dulunya dikembangkan oleh Emory University. Itu mereka sebetulnya mau mencari obat untuk ensefalitis virus (kondisi peradangan otak yang disebabkan virus-red)," jelas Zullies kepada Kompas.com.

Saat obat ini dikembangkan, pandemi Covid-19 kemudian menyelimuti seluruh dunia sehingga obat ini diramu lagi untuk diujikan ke virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.

Selain Emory University, perusahaan farmasi Merck, Sharp & Dohme (MSD) dan Ridgeback Biotherapeutics juga terlibat dalam pengembangan obat molnupiravir.

Mulai dari awal, hingga uji klinis 1, 2, dan 3.

Para ahli menyebut molnuporavir sebagai terobosan potensial untuk perawatan Covid-19, tapi ini bukan obat ajaib untuk mengakhiri pandemi.

"Ada banyak hal menarik dari molnupiravir. Namun sama seperti Tamiflu untuk influenze, obat ini mampu menekan risiko penyakit memburuk tapi tidak mencegah sepenuhnya," kata Peter Hotez dari Baylor College dan Texas Children's Hospital Center.

Obat ini berpotensi mengurangi risiko orang masuk rumah sakit atau kematian karena Covid-19.

Hingga saat ini, obat molnupiravir belum dipasarkan dan masih dalam tahap menyelesaikan uji klinis. Jika sudah mengantongi izin, ini akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk Covid-19.

Melansir Science Focus, molnupiravir bekerja dengan mengganggu reproduksi virus.

Begitu virus masuk ke dalam sel-sel tubuh, ia mereplikasi genomnya, yang tidak terbuat dari DNA tetapi RNA (asam ribonukleat).

Genom yang direplikasi ini kemudian dibentuk menjadi partikel virus lengkap yang keluar dari sel dan terus menyebar ke seluruh tubuh.

Molekul molnupiravir ini kemudian diserap oleh sel yang terinfeksi virus, kemudian membuat cacat blok “bangunan” atau cangkang RNA virus.

Jadi, ketika virus mencoba untuk bereplikasi, partikel virus yang dihasilkan memiliki materi genetik yang rusak dan tidak dapat lagi bereproduksi.

Akibatnya, mengurangi risiko penyakit serius.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved