Breaking News:

INFO CUACA

INFO Cuaca di Pulau Bintan hingga Lusa 18 November 2021, Masih Berpotensi Hujan

BMKG RHF Tanjungpinang memprakirakan cuaca Pulau Bintan untuk tiga hari ke depan. Hingga 18 November, Tanjungpinang dan Bintan masih berpotensi hujan

DOK TRIBUNWOW
INFO Cuaca di Pulau Bintan hingga Lusa 18 November 2021, Masih Berpotensi Hujan. Foto Ilustrasi Info Cuaca di Tanjungpinang dan Bintan 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan.

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 14 November 2021 di sekitar Perairan Kepulauan Riau, khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat. Berkisar antara 29 - 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 1.0 - 1.5°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -0.61 dan dalam kondisi La Nina lemah, sehingga secara umum dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, terutama di Indonesia bagian tengah dan timur. Diprakirakan kondisi La Nina Lemah - Moderate akan berlangsung hingga Maret-Mei 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.38 dalam kondisi negatif. Diprakirakan kondisi negatif cenderung netral hingga Dasarian II November 2021. Kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Vivi Putrima A, Selasa (16/11/2021).

Ia menyebutkan, analisis per tanggal 13 November 2021 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif dengan intensitas lemah di kuadran 5, sehingga tidak berpengaruh terhadap peningkatan distribusi awan-awan konvektif penghasil hujan di benua maritim barat Indonesia.

"Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi angin baratan mulai memasuki wilayah Indonesia, terutama di sekitar ekuator. Terdapat pola siklonal di sekitar Sumatera bagian utara dan selatan, utara dan barat Kalimantan, serta Perairan Maluku. Pada Desember 2021 hingga Januari 2022, angin Monsun Asia sudah aktif dan diprediksi semakin menguat dengan massa udara berasal dari Samudera Hindia. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah ekuator termasuk Kepulauan Riau," terangnya.

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya hingga dasarian I Desember 2021 untuk lapisan permukaan diprakirakan >85%. Untuk lapisan 850 mb 60% - 90%, dan pada lapisan 700 mb berkisar antara 40% - 90%.

Baca juga: JADWAL Keberangkatan 6 Kapal Rute Antar Pulau dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Selasa (16/11/2021)

Baca juga: HARGA Tiket dan Jadwal Terbang Pesawat dari Batam ke Berbagai Daerah untuk Penerbangan Rabu (16/11)

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang - lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer menunjukan pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO), IOD, dan MJO yang aktif di fase 5 kondisi ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah barat Benua Maritim Indonesia, termasuk wilayah Kepulauan Riau.

Nilai SST yang masih hangat dengan nilai anomali SST positif mempengaruhi aktivitas kovektif yang signifikan, sehingga dapat meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer dan mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif vertikal di wilayah Pulau Bintan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved