Breaking News
Jumat, 10 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Harga Cabai di Tanjungpinang Makin Pedas Dampak Cuaca Ekstrem di Daerah Penghasil

Sejumlah barang kebutuhan dapur di Pasar Bintan Center Tanjungpinang mengalami kenaikan harga. Sebut saja cabai, kini harganya makin pedas

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Harga Cabai di Tanjungpinang Makin Pedas Dampak Cuaca Ekstrem di Daerah Penghasil. Foto suasana di Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang, Rabu (17/11/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah barang kebutuhan dapur di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kenaikan harga. Di antaranya cabai, minyak goreng hingga telur.

Pantauan di Pasar Bintan Center, harga cabai merah sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, kini dijual Rp 62 ribu per kilogram.

Lalu cabai hijau sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, naik Rp 10 ribu per kilo.

Kemudian cabai rawit sebelumnya hanya Rp 42 ribu per kilogram, kini Rp 52 ribu per kilogram.

Sementara komoditi jenis minyak goreng mengalami kenaikan Rp 6 ribu. Harga sebelum naik yakni Rp 13 ribu per liternya.

Tidak hanya itu, komoditi jenis telur juga mengalami kenaikan.

Telur nomor 2 per papan biasanya dijual Rp 38 ribu saat ini naik menjadi Rp 42 ribu per papannya.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok di Bintan Mulai Merangkak Naik

Baca juga: HARGA Cabai Merah di Batam Naik Terus, Penjual Nasi Padang Mulai Putar Otak

Sementara itu, seorang pedagang di Bintan Center, Yebi menjelaskan, kenaikan harga komoditas cabai disebabkan cuaca ekstrem dua pekan belakangan ini.

"Sehingga pasokan cabai yang masuk kurang, karena cuaca juga," kata Yebi, Rabu (17/11/2021).

Pedagang lainnya, Leni Silitonga menyampaikan bahwa harga cabai naik dikarenakan di Yogyakarta mengalami kebanjiran, dan membuat tanaman cabai rusak.

"Cabai merah yang saya jual ini dari Yogyakarta. Naiknya harga cabai juga karena dari petani sudah mahal," ucapnya.

Kenaikan harga sejumlah sembako ini sangat dirasakan masyarakat, terkhusus pelaku UMKM di Ibu Kota Provinsi Kepri.

"Kita jualan harga yang sudah kita tawarkan ke pembeli dianggap mahal. Bagaimana kita mau naikkan harga dengan naiknya harga sembako begini," ujar seorang pelaku UMKM di Tanjungpinang, Retno.

Retno juga mengatakan, biasanya dirinya membeli telur langsung per papan. Saat ini hanya per butir.

"Sebenarnya rugi juga kalau per papan. Cuma mau bagaimana lagi, modal kita juga gak kuat. Jadi sekarang hanya bisa bertahan untuk dapat makan saja," ucapnya.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved