WISATA KEPRI
Warga China dan Thailand Percaya Bunga Langka Ini Sebagai Obat, Tumbuh di Kepri
Pesona flora di Kepri menjadi daya tarik wisata tersendiri. Salah satunya bunga langka yang tumbuh di salah satu kabupaten perbatasan ini.
Spesies bunga ini termasuk bunga langka, temperatur minimum untuk tumbuhnya spesies ini adalah 18 derajat celsius.
Baca juga: Ansar Ahmad Lobi Pusat Buka Pariwisata Kepri
Baca juga: Rahma Ajak Gali Potensi Pariwisata di Kota Tanjungpinang
Tinggi tanaman bunga ini sekitar 80-110 cm.
Batangnya panjang dengan warna merah kecokelatan.
Semakin ke puncak tanaman, warna batang makin menghijau.
Daunnya agak melingkar dan memiliki lipatan khas berwarna hijau tua.
Bentuk bunganya benar-benar mirip kelelawar.
Dilansir Grid.id, walaupun bentuknya terlihat menyeramkan, bunga ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia.
Sejak dulu, masyarakat Tiongkok dan Thailand sudah memanfaatkan tanaman ini sebagai salah satu obat tradisional.
Tahukah kamu, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of the American Chemical Society pada tahun 2011, kandungan di dalam tanaman ini bisa menangkal penyakit kanker, lo!
Itu sebabnya banyak yang ingin memelihara tanaman ini.
Tetapi hal itu tidak mudah untuk dilakukan.
Baca juga: Tempat Wisata Kepri Ini Punya Mini Zoo, Ramai Pengunjung saat Akhir Pekan
Baca juga: Kadispar Kepri Lirik Mercusuar Pulau Terluar Jadi Destinasi Wisata Baru
Bunga Kelelawar memerlukan perawatan yang khusus. Selain itu, daya tahan tanaman ini juga rendah. Ditambah lagi, benih bunga kelelawar sangat langka.
Ragam destinasi wisata baru di Kepri sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepri, Buralimar.
Tidak hanya kemunculan bunga langka yang ditemukan di Anambas, Buralimar sebelumnya melirik sejumlah mercusuar di pulau terluar menjadi destinasi wisata baru.
Seperti diketahui, wilayah Kepri 96 persen berupa lautan terdiri atas 2.408 pulau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bunga-kelelawar-hitam-di-pulau-siantan-anambas.jpg)