Breaking News:

27 Hari Tinggal di Hutan, 195 Prajurit Raider Ikut Latihan Pertempuran di Hutan Batam

Latihan pertempuran di hutan Batam diikuti 195 Prajurit Raider. Selama latihan, para prajurit akan hidup dan bertahan di hutan dengan bekal seadanya

tribunbatam.id/istimewa
27 Hari Tinggal di Hutan, 195 Prajurit Raider Ikut Latihan Pertempuran di Hutan Batam. Foto pasukan elite Yonif Raider Khusus 136/TS uji latihan Jungle War di kawasan hutan lindung Batam selama 27 hari. Kegiatan itu dimulai sejak 18 Oktober hingga 23 November 2021 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Yonif Raider Khusus 136/TS menggelar latihan pertempuran hutan di daerah latihan Hutan Lindung PT Moya Kompleks sampai Hutan Lindung Tiban Kompleks di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Latihan pertempuran hutan ini dilaksanakan selama 27 hari, dan mulai dilaksanakan tanggal 18 Oktober-23 November 2021.

Diketahui latihan pertempuran hutan ini, merupakan program kerja tahun anggaran 202.

Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit satuan tempur dalam menjalankan tugas pokok, sehingga dapat diaplikasikan pada kemungkinan perkembangan ancaman di lapangan.

"Ada sebanyak 195 Prajurit Raider mengikuti latihan ini, dengan 45 orang penyelenggara dan 150 peserta. Latihan yang dilakukan dengan metode materi teknis, taktis dan drill tempur," ucap Danyonif Letkol Inf Andi Ariyanto, Kamis (25/11/2021).

Selama latihan berlangsung, prajurit hidup dan bertahan di hutan dengan bekal yang sudah disiapkan.

Dalam pertempuran hutan ini, prajurit juga dilatih bertahan hidup dengan memanfaatkan makanan alam yang ada di hutan.

Baca juga: Tim SAR Cari 2 Penyelundup yang Hilang di Perairan Batam Usai Nekat Melompat ke Laut

Baca juga: Baru Datang Dari Malaysia, Kapal Mesiun 5 Terbakar di Galangan Tanjunguncang Batam

Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu mengatakan, latihan pertempuran ini untuk meningkatkan kemampuan prajurit, mengembangkan keterampilan, dan teknik pertempuran hutan.

"Latihan tersebut dilaksanakan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh anggota, bahwa disiplin tempur di medan operasi adalah sangat penting. Hal itu sangat menentukan keberhasilan prajurit di medan penugasan," ujar Danrem.

Danrem 033/WP menjelaskan, latihan pertempuran hutan sudah menjadi ikon bagi TNI AD. Teknik ini harus dikuasai dan diimplementasikan oleh prajurit serta tidak melupakan aspek 5K, yakni keamanan, kerahasiaan, kewaspadaan, ketelitian, dan ketepatan.

"Lima aspek ini harus selalu dipedomani dan diimplementasikan dimanapun prajurit ditempatkan di daerah penugasan operasi," katanya lagi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved