Breaking News:

Perdagangan Manusia Marak di Batam, Dijual ke Malaysia Melalui Jalur Laut Secara Ilegal

Pelajar ini harus dibawa Unit Reskrim Polairud Polresta Barelang karena terlibat dalam perdagangan manusia yang menyelundupkan lima orang warga ke Mal

Editor: Eko Setiawan
ISTIMEWA
Kasat Polairud Polresta Barelang AKP Syaiful Badawi saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan PMI Ilegal 

BATAM, TRIBUNBATAM - Kasus Perdagangan manusia di Batam seolah tidak ada habisnya.

Sudah ditetapkan sebagai DPO, seorang Pria berinisial S masih tetap melakukan aksinya.

Kasat Polairud Polresta Barelang AKP Syaiful Badawi mengatakan, pada penangkapan kasus sebelumnya yang menjadi otak pelaku perdagangan manusia adalah pria yang sama.

Namun ia selalu licin dalam beraksi dan lolos dalam kejaran Polisi.

Namun kali ini, yang menjadi tumbal adalah anak kandungnya berinisial R (17).

Pelajar ini harus dibawa Unit Reskrim Polairud Polresta Barelang karena terlibat dalam perdagangan manusia yang menyelundupkan lima orang warga ke Malaysia melalaui jalur gelap.

Tugasnya yakni mengantar jempu calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dijemput dari sebuah hotel yang ada di Batam.

"Jadi anaknya ini yang disuruh untuk mengantar dan menjemput para calon PMI Ilegal ini. Sekarang sang anak sudah kita amankan," sebut Badawi.

Kembali Selamatkan 5 Calon PMI Ilegal

Polairud Polresta Barelang kembali menyelamatkan lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pelabuhan Tanjungriau, Batam, Rabu (24/11/2021) sore.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved