Selasa, 5 Mei 2026

Apa Itu Covid-19 Botswana atau B.1.1.529, WHO Menyebutnya Varian Nu, Seberapa Bahaya?

Para ilmuwan dunia kini memperingatkan adanya varian baru Covid-19 Botswana atau B.1.1.529 yang dapat mendorong gelombang penyakit corona lebih lanjut

Tayang:
AFP
Foto ilustrasi pasien Covid-19 di Inggris. Apa Itu Covid-19 Botswana atau B.1.1.529, WHO Menyebutnya Varian Nu, Seberapa Bahaya? 

TRIBUNBATAM.id - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memastikan B.1.1.529 adalah varian Nu.

Penelitian di Universitas Cambridge menemukan, dua mutasi pada B.1.1.529 meningkatkan infektivitas dan mengurangi pengenalan antibodi.

"Itu memang terlihat menjadi perhatian yang signifikan berdasarkan mutasi yang ada," ujar profesor mikrobiologi klinis Universitas Cambridge Ravi Gupta.

Namun yang belum diketahui dari varian ini adalah daya menularnya.

Sebab inilah yang nampak mendorong varian Delta.

"Pelarian kekebalan hanyalah bagian dari gambaran tentang apa yang mungkin terjadi," tutur dia.

Disebutkan, sejumlah besar mutasi pada varian sepertinya terakumulasi dalam ledakan tunggal, yang menunjukkan ini mungkin telah berkembang selama infeksi kronis pada seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah, mungkin pasien HIV/Aids yang tak diobati.

Baca juga: Hoaks Sepekan Terakhir Varian Delta India Tidak Ada hingga Vaksin Pfizer untuk Lacak Manusia

Baca juga: Sempat Ramai Twit Covid-22, Lalu Heboh Varian AY.4.2, Benarkah Bagian Corona? Ini Penjelasannya

"Sulit untuk memprediksi seberapa menularnya pada tahap ini. Untuk saat ini harus dipantau dan dianalisis dengan cermat, tetapi tidak ada alasan untuk terlalu khawatir kecuali jika frekuensinya mulai meningkat dalam waktu dekat," tutur Direktur Institut Genetika UCL Prof Francois Balloux.

Sementara itu, para ilmuwan memperingatkan adanya varian baru Covid-19 Botswana atau B.1.1.529 yang dapat mendorong gelombang penyakit lebih lanjut.

Melansir The Independent, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut B.1.1.529 ini sebagai varian Nu.

Varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1, mempunyai jumlah mutasi sangat tinggi, dikhawatirkan sangat menular, dan efektif menghindari respons imun tubuh.

Terdapat 10 kasus di tiga negara yang telah dikonfirmasi, tetapi varian ini memicu kekhawatiran, karena sejumlah mutasi dapat membantu virus menghindari kekebalan.

The Guardian menuliskan, kasus pertama dari varian ini terdeteksi di Botswana pada 11 November, dengan tiga kasus yang tercatat dan telah dilakukan pengurutan genom.

Selain itu, kasus pertama dikonfirmasi di Afrika Selatan pada 14 November lalu, dan telah berkembang menjadi sebanyak 22 kasus.

Baca juga: Covid-19 Varian AY.4.2 Gentayangan di Inggris, Apa Itu dan Benarkah Sudah Masuk Indonesia?

Baca juga: Singapura Laporkan Kasus Pertama Covid-19 Varian AY.4.2, Turunan Delta Serang Inggris

Adapun satu kasus di Hong Kong, merupakan seorang pelancong yang kembali dari Afrika Selatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved