LIGA INGGRIS
Ralf Rangnick Bisa Jadi Masalah bagi Cristiano Ronaldo di Manchester United
Kehadiran Ralf Rangnick sebagai pelatih baru Manchester United bisa menjadi ancaman bagi Cristiano Ronaldo dan Luke Shaw.
Sejatinya, bukan yang pertama kali Manchester United mendekati Ralf Rangnick, pada 2019, John Murtough sempat mendekati Rangnick, yang saat itu sedang menjadi direktur teknis RB Leipzig.
Namun, penawaran itu dikabarkan tidak berjalan baik, dengan Rangnick dan Murtough, masing-masin pulang dengan tangan hampa.
Rangnick adalah sosok dengan pemikiran jangka panjang yang jelas dan testruktur.
“Anda harus mulai melatih di kelompok umur yang sangat muda, bahkan bermain dengan kelompok umur 10 tahun, anda harus menjelaskan mengenai organisasi permainan,” ujar Rangnick di Red Bulletin.
Pendekatan yang dilakukan Ralf Rangnick, adalah apa yang disebut sebagai sepak bola modern saat ini, yang diterapkan oleh Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, Hansi Flick hingga Raphael Hasenhuttl.
Rangnick gemar menelurkan banyak pelatih muda, Tuchel, Nagelsmann, Marco Rose, hingga Roger Schmidt adalah segelintir dari banyak sosok.
Lalu bagaimana Manchester United diramu oleh Rangnick?
Betul, Rangnick memang sudah tidak menjadi Manajer,dan lebih sering menjadi direktur teknis atau penasihat klub, tetapui pendekatannya bisa dilihat di lapangan oleh para pelatih dan Manajer yang berada di bawahnya.
Rangnick dikenal dengan pendekatan Uberzeugungstater, yang artinya, bermain dengan filosofi, hanya menggunakan Plan A, tanpa Plan B, sebuah perjudian, namun juga sangat terukur.
Ini yang menarik, Manchester United memang bermain tanpa identitas sejak lama, hal yang menjadi bahan olokan oleh Kevin de Bruyne sebelum United bertemu Manchester City.
Rangnick, juga sangat ingin bermain dengan garis menekan yang tinggi, siapapun yang tidak sesuai daengan cara bermain ini tidak akan mengisi starting eleven.
Ini akan menjadi peluang bagi Jadon Sancho, Mason Greenwood, hingga Marcus Rashford menunjukkan tajinya, dei mana ketiha pemain ini merupakan biang permainan menekan Manchester United.
Selain itu, Rangnick sangat terbiasa memainkan dua gelandang sentral serba bisa, sehingga United akan memainkan satu gelandang bertahan, alih-alih dua seperti era Solskjaer.
Ini akan menjadi peluang untuk menduetkan Donny van de Beek dan Bruno Fernandes, dan mengisi satu slot gelandang bertahan untuk Scott McTominay atau Nemanja Matic.
van de Beek yang kesulitan di era Solskjaer, akan lebih banyak bermain dengan kemampuannya sebagai penghubung antara lini depan dan sektor gelandang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2611_manchester-united.jpg)