Minggu, 10 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Gubernur Kepri Hadiri Panen Raya, Dukung Kundur jadi Lumbung Pertanian Kepri

Gubernur Kepri menyebut, pemerintah pusat maupun daerah punya program yang mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Gubenur Kepri, TP PKK Kepri Dewi Kumalasari dan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menunjukan hasil panen di sekolah inovasi teknologi proliga, Tanjungberlian Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Sabtu (28/11/2021). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri Ansar Ahmad menghadiri panen bersama di sekolah lapang inovasi teknologi lipat ganda (proliga) di Kundur, Kabupaten Karimun, Sabtu (27/11).

Didampingi istri Dewi Kumalasari, Ansar mengatakan Pemerintah Pusat dan daerah terus mendorong program-program berbagai bidang termasuk di bidang pertanian.

Tidak hanya mengisi pasar dalam negeri, akan tetapi pemerintah juga mendorong gerakan-gerakan untuk mengisi pasar yang terbuka besar di luar negeri.

"Adanya paket-paket di bidang pertanian yaitu Gerakan 3 kali eksport (Gratiek) dan Produksi Lipat Ganda (Proliga). Tentunya program ini kita sambut baik karena program-program seperti ini pasti ada stimulus-stimulus bantuan program dari Pemerintah Pusat akan didorong ke Daerah," ucapnya.

Menurutnya, sektor pertanian hadir secara nyata di tengah-tengah kelesuan sektor industri dan pariwisata yang selama ini berkontribusi bagi daerah.

Baca juga: Gubernur Kepri Optimistis Turnamen Olahraga Bergaung Dongkrak Ekonomi Daerah

Baca juga: Hadiri Bhayangkara Mural Festival di Batam, Wagub Kepri Dukung Kreativitas Seni Anak Muda

Diketahui, Kepulauan Riau termasuk salah satu dari 17 pintu pengeluaran ekspor komoditas pertanian.

"Melalui inovasi Proliga ini diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Karimun dapat semakin meningkat dan sejahtera," terangnya.

Pemerintah Pusat juga menegaskan kepada lembaga-lembaga Pemerintah maupun Non Pemerintah untuk ikut mendorong program pertanian ini supaya sukses.

"Tadi Pak Musni sampaikan kepada saya, Bank Indonesia juga sedang mengembangkan 4 hektare tanaman cabai merah di Kilometer 6 yang mencapai kapasitasnya 20 ton," jelasnya.

Gubernur menjelaskan kedepan Pemerintah Provinsi Kepri bersama Bank Indonesia akan bekerjasama guna memperluas produksi pertanian.

Tetapi harus terukur dengan perhitungan yang benar, jangan sampai ketika panen over suplay yang akan menimbulkan kelesuan bagi petani untuk mendorong produksinya lagi.

"Jadi memang hari ini bicara pertanian bukan menanam dan menjual saja, tapi kontrolnya di kita (Pemerintah,red) bagaimana menghitung kebutuhan demand suplaynya itu," jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kepri akan mendorong anggaran pertanian tersebut tidak hanya di APBD.

Baca juga: 23 Pejabat Kepri Jalani Job Fit, Sinyal Kuat Gubernur Rombak Kabinet

Baca juga: Wagub Kepri: HUT Otonom Tanjung Pinang Momen Refleksi dan Evaluasi Pembangunan

Tetapi akan mempersiapkan untuk menerbitkan Peraturan Gubernur tentang tanggung jawab sosial perusahaan yang potensinya sampai Rp 200 miliar pertahunnya.

"Saya sedang menggodok Pergub untuk mendapatkan anggaran CSR perusahaan-perusahaan untuk mendorong program-program Proliga ini," terangnya.

Gubernur menyebutkan Kundur merupakan salah satu sentra produksi pertanian, dimana lahan tanah yang subur.

Maka, untuk program Perikanan ada lumbung wilayah barat dan lumbung ikan diwilayah timur.

"Nanti kita mesti menetapkan Kundur ini sebagai lumbung pertanian Kepulauan Riau. Saya yakin produk pertanian disini tingkat keandalannya lebih tinggi," tegasnya.

Terakhir, Gubernur meminta panen ini menjadi motivasi bagi daerah-daerah lain yang sedang berusaha mengembangkan komoditas pertanian sehingga sekaligus dapat memberdayakan kelompok-kelompok tani serta dapat dijadikan wisata agro yang potensial.

"Mudah-mudahan kehadiran kita disore hari ini, akan menambah semangat memacu kita semua untuk terus mendorong peningkatan produksi pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi agar petani lebih sejahtera," sebutnya.

Baca juga: Kepri Siap Penuhi Kebutuhan Ekspor Pertanian ke Singapura

Baca juga: Singapura Lirik Investasi Pertanian Kepri, Selama Ini Andalkan Buah dan Sayur Asal Sumatera

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan, Rika Azmi menyebutkan panen tanaman cabe tersebut merupakan program Produksi Lipat Ganda (Proliga) dengan 10 kelompok tani dengan lokasi berbeda yang luas lahan sekitar 2,5 hektar.

"Itu sudah sebanyak 18 kali panen Pak Gubernur. Kalau dilihat program untuk meningkatkan produktivitas pertanian ini selalu digalakkan oleh Pemerintah terutama berupa produk yang berperan terhadap peningkatan inflasi daerah," ucap Rika Azmi.

Ia menambahkan, beberapa waktu yang lalu di Batam dikembangkan dengan menghasilkan produksinya satu hektar lahan 20 ton. Kemudian hari ini Bank Indonesia melakukan replikanya untuk di Batam.

"Dan tahun ini 10 kelompok tani kita bina untuk melakukan teknik Proliga yang tadi hasilnya kita bersama-sama panen," tambahnya.

Terakhir, Rika Azmi menyampaikan kegiatan penyerahan sertifikat primatika yang diberikan kepada produk sayur asal tanaman yang sudah diawasi, diteliti, sudah masuk ke Laboratorium dan layak untuk mendapatkan sertifikat.

"Sertifikat prima ada satu, dua dan tiga. Kalau untuk eksport harus mencapai prima satu, kalau untuk prima tiga layak untuk dikonsumsi, masuk kepasar serta masuk ke hypermart," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kepala Perwakilan BI Kepri Musni Hardi, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar, Ketua TP PKK Karimun Raja Asmah Aunur Rafiq, Anggota DPRD Karimun Anwar Hasan, Staf Khusus Gubernur Suyono, Kepala BPTP Provinsi Kepri Muhammad Alwi Mustaha. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved