Breaking News:

BINTAN TERKINI

Begini Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi Pencairan Insentif di Puskesmas Sei Lekop Bintan

Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tentang pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) di Bintan mulai ada perkembangan baru.

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ALFANDI sIMAMORA
Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana mengungkapkan perkembangan kasus dugaan korupsi di Puskesmas Sei Lekop Bintan 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tentang pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) di Bintan masuk ke tahap penyidikan.

Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana menuturkan, bahwa kasus dugaan tipikor yang sedang dalam penyelidikan sudah masuk dalam tahap penyidikan.

"Jadi kita ada menyelidiki dua Puskesmas, yaitu Puskesmas Sei Lekop dan Puskesmas Tambelan.Dari dua Puskesmas ini, kasus di Puskesmas Sei Lekop sudah masuk tahap penyidikan. Sementara Tambelan masih penyelidikan," tuturnya saat dijumpai di kantornya, Senin (29/11/2021).

Untuk sementara, kasus mengenai dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tentang pencairan insentif nakes di Puskesmas Sei Lekop ini sudah ada 28 orang yang diperiksa, termasuk kepala Puskesmasnya.

"Jadi sebelumnya kita hanya 18 orang yang kita periksa, tapi saat ini sudah 28 orang termasuk Kapusnya,"terangnya.

I Wayan juga menyebutkan, semua unsur yang berpengaruh pada penyidikan kasus insentif nakes ini bakal diperiksa.

Baca juga: INGIN Batam Segera Zona Hijau, Polsek Batam Kota Vaksin Ratusan Warga

Baca juga: ATURAN BARU! WNA dan WNI dari Luar Negeri Masuk Kepri Wajib Karantina 14 Hari

"Tidak menutup kemungkinan Kepala Dinas Kesehatan Bintan dipanggil untuk diperiksa, apabila ada tanda tangan kuasa penggunaan anggaran (KPA)," ungkapnya.

Disinggung apakah ada pengarahan dari Dinas terkait penggunaan anggaran dari hasil penyelidikan, I Wayan menyebutkan pihaknya akan mencoba menelusuri hal tersebut.

"Dari pemeriksaan belum ada mengarah kesitu.Tapi kita akan telusuri apakah ada perintah kesana,"jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, I Wayan menyebutkan, untuk modus yang dilakukan yakni pencairan insentif nakes fiktif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved