Breaking News:

BATAM TERKINI

TAKUT Tak Tertampung, Pemko Minta Pintu Masuk PMI ke Batam Ditutup Selama Sebulan

Pemko Batam akan mengusulkan penutupan pintu masuk, bagi para Pekerja Migran Indonesia dari luar Negeri selama satu bulan menjelang pergantian tahun.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengusulkan penutupan pintu masuk, bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar Negeri selama satu bulan menjelang akhir tahun 2021. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengusulkan penutupan pintu masuk, bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar Negeri selama satu bulan menjelang akhir tahun 2021.

Baik itu dari Malaysia dan Singapura yang berencana untuk kembali ke Indonesia melalui Batam.

"Usulan penutupan pintu masuk sementara ini akan dilapor dulu ke pak Wali. Nanti pak Wali yang akan ambil kebijakan, sebelum dilaporkan ke Pemerintah Pusat," ujar Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, Rabu (1/12/2022)

Diakuinya, penutupan ini dikarenakan Surat Edaran (SE) nomor 23 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

Aturan yang telah berlaku sejak Senin (29/11/2021) tersebut dianggap berpotensi menimbulkan kewalahan bagi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Batam.

Dalam aturan ini, ada penambahan waktu karantina. Di mana sebelumnya hanya 3 hari, kini bertambah menjadi 7 hari.

Terutama penyediaan lokasi karantina bagi para PMI sebelum diperbolehkan meninggalkan Batam, yang ditunjuk sebagai pintu masuk di Indonesia.

Baca juga: PROMO! Someday Tawarkan Aneka Diskon Menarik hingga Akhir Tahun

Baca juga: Korban Meninggal saat Kebakaran di Tiban Lama Bekerja di PT TDK Electronics

"Sebagai pintu masuk bagi para PMI, kita memprediksi akan kesulitan menyediakan lokasi karantina mereka. Saat ini lokasi karantina bagi para PMI, hanya memanfaatkan Rusun milik BP Batam dan Pemko Batam yang berada di Tanjunguncang," katanya.

Jefrdin melanjutkan kalau memiliki kapasitas yang bisa menampung hingga ribuan orang, namun lamanya waktu karantina dengan arus masuknya PMI diakuinya akan menimbulkan masalah.

"Per hari arus masuk PMI ke Indonesia melalui Batam bisa 150-200 orang. Kalau berkelanjutan setiap hari segitu, maka Rusun yang jadi lokasi karantina akan semakin penuh. Kemudian bagi mereka yang datang setelah Rusun penuh akan kita karantina di mana," ungkapnya.

Selain itu, usulan menutup pintu masuk sementara ini, juga sebagai salah satu upaya Batam dalam mencegah penyebaran varian baru Covid-19, yakni varian Omicron.

"Tapi apabila usulan dari kami tidak disetujui pusat, kita juga akan memberikan beberapa persyaratan. Untuk itu, nanti akan disampaikan langsung oleh pak wali," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved