Breaking News:

Hampir 2 Bulan Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Serasa Hidup di Dalam Danau

Ratusan rumah warga di kawasan Sukabangun II Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang sudah lebih dari dua bulan terus terendam banjir.

Editor: Eko Setiawan
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Banjir menggenangi kawasan perumahan di Kelurahan Sukajaya Sukabangun II Palembang, Senin (13/12/2021). Kondisi ini sudah terjadi selama dua bulan, warga 9 RT pun memilih mengungsi. 

TRIBUNBATAM.id, PALEMBANG - Hampir dua bulan, ruamah warga terendam banjir dan belum ada tanda-tanda untuk surut.

Patah hati dan kecewa, dengan terpaksa warga sekitar akhirnya memilih untuk mengungsi.

Mereka selama hampir dua bulan ini seperti tinggal di dalam kolam.

Sebab, air tidak kunjung surut sehingga membuat mereka patah semangat.

Ratusan rumah warga di kawasan Sukabangun II Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang sudah lebih dari dua bulan terus terendam banjir.

Warga pun mengeluhkan kondisi rumah mereka yang terus ke banjiran ini. 

Diketahui, lebih dari sembilan RT yang terendam banjir bahkan banyak warga sampai mengungsi dari kediamannya sebab tak tahan menghadapi genangan air sebatas dengkul hingga pinggang orang dewasa.

Baca juga: Waspada Banjir Rob Susulan dan Buaya, BPBD Lingga Ingatkan Masyarakat Pesisir

"Bukan cuma setelah hujan, tapi setiap hari di sini banjir. Airnya sama sekali tidak pernah surut, gimana ini," ucap Nur Baiti (52) warga Jalan Sukabangun 2 Lorong Pendidikan RT 35 RW 07 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang yang menjadi korban banjir.

Menurut keterangan beredar, banjir diakibatkan tidak adanya aliran air dari waduk atau kolam retensi di Perumahan Griya Buana Indah menuju Sungai Sedapat.

Kondisi ini makin diperparah karena terjadinya longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan sehingga membuat aliran air makin tersumbat.

Nur Baiti berujar, dinas terkait memang sudah melakukan upaya untuk mengurangi banjir diantaranya dengan melakukan pengerukan baik di kolam reterensi maupun TPA yang terjadi longsor.

Namun nyatanya, upaya itu juga tidak bisa membuahkan hasil dikarenakan banjir bukannya surut namun makin hari semakin tinggi.

"Rumah saya sampai sebatas pinggang sekarang. Gimana mau tinggal di rumah yang seperti itu," ucapnya.

Meski sudah banyak yang mengungsi, namun bukan berarti warga membiarkan rumahnya kosong begitu saja.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved