Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

70 Industri Kecil Menengah di Tanjungpinang Kantongi Sertifikat Halal

Sertifikat halal dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan hasil audit dan fatwa MUI yang secara tertulis menyatakan kehalalan suatu produk. 

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Walikota Tanjungpinang, Rahma menghadiri penyaluran bantuan CSR PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang bekerjasama dengan Pemko Tanjungpinang dalam program fasilitasi sertifikat halal bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan di Auditorium Hotel Comforta Tanjungpinang, Rabu (15/12/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kegiatan perekonomian tidak terlepas dari perkembangan dan kemajuan suatu produk. Produk yang baik diantaranya memiliki sertifikat halal, konsumen juga tentunya memperhatikan kehalalan suatu produk.

Hal tersebut disampaikan Walikota Tanjungpinang, Rahma pada kegiatan penyaluran bantuan CSR PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang bekerjasama dengan Pemko Tanjungpinang dalam program fasilitasi sertifikat halal bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan di Auditorium Hotel Comforta Tanjungpinang, Rabu (15/12/2021).

Ada sebanyak 70 IKM mendapat bantuan sertifikat halal untuk produknya.

Rahma dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa halal itu penting, di Indonesia yang menjadi patokan kehalalan suatu produk adalah sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal). 

Sertifikat halal dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan hasil audit dan fatwa MUI yang secara tertulis menyatakan kehalalan suatu produk. 

"Pencantuman label halal ini penting, tidak hanya untuk konsumen tapi juga untuk para produsen. Label halal ini gunanya memberikan rasa aman bagi para konsumen, juga sebagai jaminan untuk mereka kalau produk yang mereka konsumsi tersebut aman dari unsur yang tidak halal dan diproduksi dengan cara halal dan beretika. Untuk produsen, label halal ini berfungsi dalam membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk-produk mereka, produk yang bersertifikat halal juga memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding produk yang tidak mencantumkan label halal di produknya," ungkapnya.

Baca juga: Diduga Mulai Bergeliat, KSOP Khusus Batam Bakal Berangus Habis Mafia Pelabuhan

Baca juga: PREDATOR Anak di Tanjungpinang Perdayai 8 Bocah, Korban tak Cuma Anak Perempuan

Lebih lanjut, Rahma menjelaskan adanya sertifikasi halal dalam suatu produk membuat ketenangan bagi produsen dan kepastian bagi konsumen.

"Jadi kedua-duanya diuntungkan. nantinya para pelaku usaha IKM Tanjungpinang disini yang telah mendapatkan sertifikasi halal untuk produknya, sebaiknya segera mencantumkan label halal tersebut. Label halal harus ditempatkan di bagian yang mudah terlihat, jika para pelaku usaha tidak mencantumkannya, akan berlaku sanksi berupa pencabutan sertifikat halalnya. Logo sertifikat halal memberikan kepastian hukum kepada konsumen, bahwa produk tersebut halal”, jelasnya. 

Terakhir Rahma mengucapkan terimakasih dan berharap kerjasama dengan BTN, LPPOM MUI Kepri, Kantor Wilayah serta Kemenag Provinsi, dapat menggerakkan lebih laju lagi roda ekonomi kerakyatan dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah di masa pandemi di Kota Tanjungpinang

"Besar harapan kami kerjasama ini berkelanjutan untuk ke depannya, sehingga IKM di Tanjungpinang dapat tumbuh dan tetap bertahan terutama di masa pandemi ini. Bersama kita memulihkan percepatan perekonomian masyarakat, khususnya IKM di Kota Tanjungpinang. Kesehatan pulih, ekonomi bangkit, dan bangga berbelanja produk lokal Kota Tanjungpinang," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra) 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved