Breaking News:

INFO CUACA

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Pulau Bintan Selama 3 Hari Mendatang

BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan selama 3 hari mendatang.

DOK TRIBUNWOW
BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan selama 3 hari mendatang. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan. 

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 14 Desember 2021 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 28 - 29°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat positif yang bernilai antara 1.0 s.d. 1.5°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -0.71 dan dalam kondisi La Nina Lemah, sehingga secara umum dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, terutama di Indonesia bagian tengah dan timur. Diprakirakan kondisi La Nina Lemah akan berlangsung hingga April - Juni 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.28 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi negatif cenderung netral hingga Mei 2022. Kondisi tersebut untuk saat ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kepulauan Riau," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Vivi Putrima Ardah, Kamis, (16/12/2021).

Ia menyebutkan, analisis per tanggal 13 Desember 2021 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif di fase 6. Kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kep. Riau.

"Aliran massa udara di wilayah Indonesia pada dasarian II Desember 2021 berasal dari Angin Monsun Asia yang aktif dimana massa udara dari Samudera Pasifik mulai 
memasuki wilayah Indonesia khususnya di utara garis ekuator, kemudian semakin menguat dengan massa udara berasal dari Samudera Hindia hingga Februari 2022. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di wilayah sekitar ekuator, khususnya Pulau Bintan," terangnya.

Baca juga: Jadwal Libur Sekolah di Bintan, Siswa dan Guru Dilarang ke Luar Kota saat Akhir Tahun

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dasarian II Desember 2021 untuk lapisan permukaan diperkirakan di atas 85%. Untuk lapisan 850 mb dan 700 mb diprakirakan 75% - 90%. Kondisi tersebut mengindikasikan cukupnya ketersediaan pasokan uap air di wilayah Pulau Bintan yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang - lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang laut tinggi akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Waspada gelombang tinggi untuk di wilayah Perairan Bintan yang mampu mencapai 2,5 meter.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (IOD, ENSO, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat terutama wilayah Tanjungpinang, Bintan dan Sekitarnya. Nilai SST yang masih hangat dengan nilai anomali SST positif dapat meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif signifikan di wilayah Pulau Bintan

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved