Sabtu, 2 Mei 2026

CORONA KEPRI

BTKLPP Batam Klaim Belum Ada PMI Masuk Batam Terkonfirmasi Omicron

BTKLPP kelas 1 Batam mengklaim, saat ini belum ada TKI yang masuk melalui Batam terkonfirmasi varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG
Kantor BTKLPP Kota Batam tempat melakukan pemeriksaan sample. BTKLPP kelas 1 Batam mengklaim, saat ini belum ada TKI yang masuk melalui Batam terkonfirmasi varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berdasarkan data dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) kelas 1 Batam, saat ini belum ada TKI yang masuk melalui Batam terkonfirmasi varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron.

Hal ini dibeberkan oleh Ketua Satuan Tugas Pemulangan Pekerja Migran  Indonesia (PMI) Kota Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan.

"Sampel-sampel PMI yang terkonfirmasi positif dikirim langsung ke Jakarta. Dari BTKL PP, untuk saat ini belum ada PMI yang terkonfirmasi virus Omicron," ujar Sigit disela-sela peluncuran vaksinasi anak di Maha Vihara Duta Maitreya Monastery di Komplek Maha Vihara Duta Maitreya Bukit Beruntung, Sungai Panas, Kec. Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/12/2021).

Diakuinya jumlah PMI yang masih dirawat lantaran terpapar positif di RSKI Covid-19 Galang berjumlah 86 orang.

Sedangkan, total PMI yang berada di rusun dan di selter sebanyak 2.017 orang.

Baca juga: BEGINI Cara Pemerintah Cegah Omicron Masuk Kepri Lewat PMI

Baca juga: 11.655 Anak Usia 6 hingga 11 Tahun di Kepri Divaksin Covid-19 saat Launching Vaksin Anak

Sementara, TKI yang melakukan isolasi mandiri di hotel-hotel ada 342 orang. 

"Di pelabuhan tetap dilakukan PCR, kalau ada yang terkonfirmasi positif, mereka kita bawa ke RSKI Galang. Yang negatif kita tempatkan di rusun dan selter. Atau ada juga di hotel," ujar Sigit.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316 Batam menyebutkan, pihaknya tetap memperketat pengawasan protokol kesehatan bagi PMI yang masuk dari pelabuhan, naik ke bus hingga sampai karantina.

Bahkan, petugas di lapangan juga melakukan penyemprotan disinfektan, untuk pencengahan penularan Covid-19.

"Kita juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan bagi mereka yang masuk. Jadi prokes betul-betul diperketat mulai dari pelabuhan ke bus hingga ke karantina. Kami tetap imbau prokes terus," kata Sigit.

Sigit mengatakan bahwa ada kemungkinan Gedung Asrama Haji Batam Centre digunakan untuk PMI yang tidak tertampung di rusun.

Namun, untuk saat ini kapasitas rusun dan selter masih aman. 

"Asrama Haji kemarin, untuk tempat transit satu hari saja karena rusun full.  Tapi besoknya kita bawa ke rusun karena sudah kosong. Tapi kalau ke depan memang overload (Kelebihan) di rusun, dari Pak Wali (Rudi) kita tetap bisa gunakan," ujarnya.  (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved