CORONA KEPRI
Kasus Covid-19 Melandai, Kadis Pariwisata Kepri: Tingkat Okupansi Hotel Meningkat
Kadis Pariwisata Kepri Buralimar sebut, tingkat hunian hotel di Kepri mulai meningkat seiring kasus covid-19 melandai. Saat ini okupansi capai 90%
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tingkat hunian hotel di Kepulauan Riau (Kepri) mulai meningkat seiring melandainya perkembangan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar.
Ia menjelaskan, kondisi menurunnya tingkat hunian hotel paling parah terjadi di tahun 2020 sejak awal pandemi Covid-19. Jika dirata-ratakan, seluruh hotel di Kepri kala itu capaian tingkat okupansinya masih di bawah 20 persen.
"Tahun lalu masih di bawah 20 persen. Total hotel di Kepri yang tutup juga mencapai 75 hotel," ujar Buralimar, Sabtu (18/12/2021).
Saat ini, Buralimar menambahkan, tingkat hunian hotel sudah mulai meningkat, yakni di atas angka 20 persen. Jika dirata-ratakan, seluruh hotel di Kepri saat ini memiliki tingkat hunian mencapai 50 persen, dan 60 persen lebih di momen akhir pekan.
"Contohnya seperti di Anmon, Lagoi, itu sudah mencapai 90 persen hunian. Kemarin saya ke Aston Tanjungpinang, sudah 60 persen," jelas Buralimar.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari upaya para asosiasi travel agent di Kepri yang gencar mempromosikan paket-paket pariwisata.
Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kepri telah mendorong lima asosiasi pariwisata untuk merancang paket-paket travel dengan beragam promo. Sasaran wisatawan saat ini masih merupakan wisatawan lokal dan wisatawan nusantara (wisnus).
Selain itu, kebijakan pemerintah tentang pemeriksaan kesehatan di pintu-pintu masuk pelabuhan dan bandara juga berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah wisatawan yang datang.
Baca juga: Malam Tahun Baru, Hotel di Batam Dilarang Buat Pesta Kembang Api, Ini Gantinya
Baca juga: Capaian Terkini Vaksinasi Covid-19 Tanjungpinang untuk Dosis 1,2 dan 3
Buralimar mengungkapkan, ketika kebijakan wajib PCR diberlakukan, jumlah kedatangan wisatawan menurun drastis.
"Sekarang harga PCR tidak lagi menjadi masalah, melainkan waktu lamanya keluar hasil, itu yang menjadi pertimbangan wisatawan mau bepergian," tambah Buralimar.
(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadispar-kepri-buralimar-soal-nasib-travel-bubble-kepri-singapura.jpg)