Breaking News:

Belajar Dari Kapal TKI Ilegal Karam di Malaysia, BP2MI Ajak Warga Tak Tergiur Calo

Kepala Satgas BP2MI untuk wilayah Eropa dan Timur Tengah, Kartikno minta warga tak mudah tergiur tawaran kerja TKI dan berangkat via calo tak resmi

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Belajar Dari Kapal TKI Ilegal Karam di Malaysia, BP2MI Ajak Warga Tak Tergiur Calo. Foto Satuan tugas misi kemanusiaan internasional repatriasi WNI korban kecelakaan Boat TKI 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan boat pengangkut 64 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perairan Johor Baru, Malaysia pada 15 Desember 2021 lalu, masih menyisakan luka mendalam.

Pasalnya dalam kecelakaan laut itu, sebanyak 21 orang ditemukan meninggal dunia, 13 orang selamat dan sisanya 30 orang lagi masih dalam pencarian.

Terkait kejadian ini, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI) saat ini telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas).

Tim ini pula yang nantinya bertugas untuk mendalami kejadian yang menewaskan puluhan TKI di perairan Johor Malaysia.

“Kita tak berhenti disini, peristiwa ini telah menjadi pelajaran kepada kita semua agar lebih berhati-hati terhadap segala bentuk tawaran-tawaran kerja keluar negeri,” ujar Kepala Satgas BP2MI untuk wilayah Eropa dan Timur Tengah, Kartikno, Sabtu (25/12/2021).

Kartikno menegaskan BP2MI mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan secara ketat, agar tidak lagi terjadi peristiwa seperti ini.

Untuk kasus ini, pihaknya akan menginvestigasi secara tuntas.

“Kami sudah membentuk tim Satgas. Nantinya akan membongkar geliat penempatan-penempatan dan penampungan TKI yang tidak mengantongi perizinan,” tegasnya.

Baca juga: Tiba di RS Bhayangkara Batam, Jenazah 11 TKI Dipindahkan ke Ruang Khusus

Baca juga: 11 Jenazah TKI Korban Kapal Tenggelam Sampai di RS Bhayangkara, Secepatnya Dikirim ke Kampung Asal

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia agar tidak mudah tergiur untuk tawaran bekerja menjadi TKI.

“Kami mengajak jangan tergiur hingga berangkat melalui calo atau agen-agen yang tidak resmi,” pungkasnya.

Diketahui, dari 64 korban kecelakaan boat pengangkut TKI, 21 jenazah sudah berhasil ditemukan. Dari jumlah itu, 11 di antaranya sudah tiba di tanah air.

Berangkat Dari Bintan

Sebelumnya diberitakan, boat pancung yang memuat puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri mengalami insiden di Malaysia.

Kapal dengan panjang 25 meter, lebar 3 meter serta dilengkapi 4 unit mesin dengan kapasitas mesin masing-masing 200HP dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved