Kementerian Agama dan Dinkes Lingga Teken MoU Aplikasi Elsimil untuk Calon Pengantin
Aplikasi Elsimil merupakan program dari BKKBN yang dilimpahkan ke Kemenag dan Dinkes PPKB. Begini penjelasannya
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lingga mengadakan MoU dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Rabu (29/12/2021).
Hal ini terkait penggunaan aplikasi Elsimil atau Elektronik Siap Menikah Siap Hamil.
Aplikasi Elsimil merupakan program dari BKKBN yang dilimpahkan ke Kemenag dan Dinkes PPKB.
"Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi Registrasi Calon Pengantin, Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin, serta Bimbingan Calon Pengantin," kata Kasi PHU Kemenag Lingga, Abdurokhman.
Rokhman menjelaskan, adapun tugas dan tanggung jawab para pihak sudah jelas tertuang.
Disampaikan, penggunaan aplikasi Elsimil ini sebagai persyaratan yang harus dilakukan oleh calon pengantin.
"Pemeriksaan kesehatan calon pengantin di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pengantin," jelasnya.
Dalam hal ini, pihak pertama melakukan bimbingan kepada calon pengantin di institusi agama masing-masing. Yakni tentang Pelayanan Program Bangga Kencana, Pembinaan keluarga, Pencegahan stunting secara menyeluruh dan lainnya.
Baca juga: Mengenal Tradisi Silat Pengantin Khas Melayu Kepri
Baca juga: Kakannwil Kemenag Kepri: Pengurusan Sertifikasi Halal Produk UMKM Gratis
Selanjutnya, pihak pertama bersama pihak kedua memantau dan mengevaluasi pelaksanaan registrasi, pemeriksaan dan bimbingan calon pengantin.
Sementara, pihak kedua menugaskan bidan yang ada di masing-masing desa/kelurahan, untuk berpartisipasi aktif dalam tim pendamping keluarga.
Seperti melakukan pemeriksaan kesehatan calon pengantin, di fasilitas pelayanan kesehatan dan melakukan treatment menurunkan faktor risiko stunting berdasarkan kondisi calon pengantin.
"Ditambah juga melakukan pencegahan stunting, yang harus dilakukan oleh catin sesuai rekomendasi Aplikasi Pendampingan Keluarga," jelasnya.
Berikutnya, pihak kedua bersama pihak pertama, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan registrasi, pemeriksaan dan bimbingan calon pengantin.
"Menginformasikan dan memastikan aplikasi pendampingan keluarga Elsimil dapat diketahui dan digunakan oleh calon pengantin.
Mendayagunakan dan mengawal tim pendamping keluarga dalam pelaksanaan pendampingan terhadap calon pengantin," tambah Rokhman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Recky Sarman Timur menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga siap melaksanakan kerja sama ini.
"Prinsipnya kita siap mendukung dan menyukseskan program ini," terang Recky.
Ditambahkan Kasi KB, Ketahanan dan Kesehatan Kelurga, Eliyati, bahwa catin dalam tiga bulan sebelum menikah, sudah berkonsultasi ke Puskesmas.
"Diperiksa terlebih dahulu kesehatan si catin. Nanti akan diketahui bagaimana kondisinya. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi bahan, tindakan apa yang harus dilakukan terhadap kesehatan si catin," terang Eliyati.
Bahkan, lanjut dia seribu hari pasca nikah tetap dipantau.
"Kami juga akan sosialisasikan ke Kepala Desa dan Bidan Desa. Di setiap desa akan ada tim pendamping kesehatan desa. Kader juga sudah kami latih menjadi fasilitator," jelasnya.
"Kita sedikit memberikan intervensi. Tujuannya kita ingin memutus mata rantai stunting," sambung Eliyati.
Kepala Kemenag Lingga pun akan melakukan sosialisasi ke Kepala KUA di Kecamatan.
(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2912elsimil-di-lingga.jpg)