Selasa, 2 Juni 2026

Ular Piton Masuk Kandang Ayam Warga, Damkar Lingga Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

Damkar Lingga evakuasi ular piton di Bukit Kapitan, RT 01 RW 02, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Istimewa
EVAKUASI ULAR PITON - Damkar Lingga evakuasi ular piton di Bukit Kapitan, RT 01 RW 02, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (1/6/2026) dini hari. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id – Suasana tenang di kawasan Bukit Kapitan, RT 01 RW 02, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), mendadak berubah.

Hal itu ketika seekor ular piton ditemukan berada di dalam kandang ayam milik warga, Senin (1/6/2026) dini hari.

Kemunculan reptil berukuran cukup besar tersebut membuat pemilik rumah dan warga sekitar khawatir.

Selain berpotensi memangsa ternak, keberadaan ular juga dikhawatirkan membahayakan penghuni rumah yang berada tidak jauh dari lokasi kandang.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lingga, langsung bergerak menuju lokasi.

Tim yang bertugas segera menyiapkan perlengkapan penanganan satwa liar sebelum melakukan evakuasi.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati ular piton masih berada di area kandang ayam.

Dengan menggunakan alat khusus penangkap ular, petugas kemudian melakukan proses pengamanan secara hati-hati untuk menghindari risiko bagi warga maupun hewan ternak.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi gelap dini hari.

Pemilik rumah tampak menyaksikan jalannya penanganan dari jarak aman, sambil menunggu petugas menyelesaikan tugasnya.

Berkat kesiapan personel dan koordinasi yang baik di lapangan, ular piton tersebut akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Danton Damkar Lingga Unit Dabo, Ikmal Hakim, mengatakan laporan diterima dari warga yang merasa khawatir karena ular sudah berada di dalam kandang ayam dan berpotensi memangsa ternak.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi. Waktu respons sekitar lima menit sejak laporan diterima. Setibanya di tempat kejadian, tim segera melakukan identifikasi dan evakuasi menggunakan peralatan penanganan ular yang telah disiapkan,” ujar Ikmal.

Menurutnya, keberadaan ular piton di lingkungan permukiman sering kali dipicu oleh ketersediaan sumber makanan seperti ayam, bebek, tikus, maupun hewan peliharaan lainnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang memiliki kandang ternak di sekitar rumah.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved