Senin, 20 April 2026

STOP ke Luar Negeri! Varian Omicron Indonesia Tambah 21 Kasus, Terbanyak dari Arab dan Turki

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengumumkan tambahan 21 kasus Covid-19 varian Omicron. Seluruhnya imported cases atau kasus impor.

foto kompas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengumumkan tambahan 21 kasus Covid-19 varian Omicron. Seluruhnya imported cases atau kasus impor. Ilustrasi. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengumumkan tambahan 21 kasus Covid-19 varian Omicron.

Seluruhnya imported cases atau kasus impor.

Pasien merupakan pelaku perjalanan dari Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab.

"21 orang ini semuanya datang dari luar negeri paling banyak Arab Saudi, Turki dari UEA," kata Budi, Rabu (29/12/2021). Dengan tambahan 21 kasus baru tersebut, total kasus Covid-19 dari varian Omicron di Indonesia mencapai 68 kasus.

Budi kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terlebih dahulu.

Hal ini untuk mencegah penyebaran varian Omicron semakin meluas di Indonesia.

"Tolong liburan di dalam saja, luar negeri risiko tinggi," ujar Budi.

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari 21 kasus baru itu, 16 orang warga negara Indonesia (WNI) dan lima orang WNS.

Oleh sebab itu, kata dia, pengetatan di pintu masuk negara terus dilakukan, terutama di perbatasan laut dan darat.

"Positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara," ujarnya.

Nadia mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga: Tekong PMI Ilegal Tak Tersentuh Hukum, TNI Bakal Investigasi Dugaan Keterlibatan Oknum

Baca juga: PEMPROV Kepri Raih Anugerah Ombudsman terhadap Kepatuhan Pelayanan Publik

“Kesadaran diri dan menahan keinginan berpergian harus dilakukan. Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan virus Covid-19-19 dengan menahan diri tidak bepergian,” ucap dia.

Meski terus bertambah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah belum berencana melakukan pengetatan kebijakan penanganan Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru.

Kendati demikian, pemerintah bakal memperketat pengawasan di tempat keramaian serta pintu masuk dari luar negeri.

Sebab, varian Omicron baru terjadi pada masyarakat yang datang dari luar negeri.

Muhadjir Effendy mengatakan sejauh ini transmisi lokal varian Omicron masih dapat dikontrol.

"Transmisi lokal masih bisa dikontrol, belum sampai berkembang biak, semua masih terkendali," ucap Muhadjir.

Sementara itu, Menkumham Yasonna H Laoly mengatakan, Imigrasi akan membatasi WNA yang masuk Indonesia.

"Kita akan terus memperketat, khususnya orang-orang asing dari daerah-daerah yang negara itu ada Omicron-nya," katanya.

"Perbatasan kita juga, seperti dari Malaysia, akan kita tingkatkan. Tidak hanya itu, kita juga berharap seperti arahan bapak presiden, warga negara Indonesia juga kalau boleh tolong kalau enggak urgent mengurangi bepergian ke luar negeri supaya jangan terekspose," katanya.

Stop ke Luar Negeri

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, karena Omicron kini telah dimasukkan dalam kategori varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC), maka selayaknya harus dianggap berbahaya.

"Begitu satu varian dimasukkan dalam kategori Variant of Concern, berarti ada hal yang serius yang berbahaya, termasuk Omicron ini," kata Dicky.

Dicky menyebut, meskipun Omicron hanya menimbulkan gejala ringan pada penderitanya, namun tetap harus diwaspadai.

Hal itu karena memiliki sifat mudah menular dibandingkan varian pendahulunya, termasuk Delta.

Saat varian Delta masih menyebar.

Ditambah munculnya Omicron, akan menciptakan penyakit yang lebih parah bagi kelompok berisiko, seperti kelompok lanjut usia (lansia) dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Hal inilah yang terjadi di beberapa negara di Eropa serta Amerika Serikat (AS).

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko berharap pemerintah segera menghentikan perjalanan luar negeri.

Menurut dia, semakin banyak perjalanan mancanegara yang diizinkan pemerintah, maka semakin besar peluang varian Omicron menjamah berbagai wilayah.

"Orang-orang jangan bertambah lagi yang ke luar negeri. Sekarang kan yang ke luar negeri terus bertambah, jadi menakutkan," ujar Miko. (Tribun Network/fah/fit/wly)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved