Breaking News:

Langganan Banjir Rob, Akses ke Rumah Warga di Pasar Baru Tanjungpinang Tergenang Air

Warga yang tinggal di sekitar Pasar Baru Tanjungpinang mengaku, kondisi banjir rob di tempatnya sudah terjadi sejak lama. Bahkan sejak dia kecil

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Banjir rob setinggi mata kaki orang dewasa genangi akses jalan pemukiman rumah dan pertokoan warga di Pasar Baru, Tanjungpinang, Kamis (6/1/2022) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Masih di awal Tahun Baru 2022, banjir rob menggenangi akses jalan rumah dan pertokoan (ruko) di Pasar Baru, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (6/1/2022).

Genangan air yang mulai naik, terlebih dahulu menyasar titik rendah di jalan ruko hingga tinggi air di atas mata kaki orang dewasa.

Pantauan Tribun Batam, sejumlah pintu ruko milik warga segera ditutup untuk mengantisipasi masuknya air ke dalam rumah.

Bahkan, beberapa teras ruko warga juga dipasang sebilah papan untuk menahan aliran genangan air asin tersebut.

Sedang kendaraan roda dua milik warga satu persatu mulai dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Sudah seminggu terakhir ini masuk banjir ke lokasi ini bang," ujar Kamarudin, petugas parkir yang tak jauh dari titik lokasi banjir.

Diterangkannya, waktu naiknya genangan air yang masuk ke akses jalan pemukiman ruko warga sering tak menentu.

"Ini tadi naiknya sekira jam 10 pagi, kalau beberapa waktu lalu bisa jam 11an bang. Kalau surut, bisa jam 1 sampai 2 siang bang," timpalnya.

Baca juga: 89,05 Persen Lansia di Tanjungpinang Sudah Divaksinasi Covid-19

Baca juga: Sampena Hari Jadi ke-238 Tanjungpinang, Walikota dan Wawako Ziarah Ke Makam Leluhur

Sementara itu Henry, warga setempat menerangkan, tingginya genangan banjir rob yang terjadi saat ini sudah jauh berkurang dari bulan Desember tahun lalu.

"Lokasi ini kan dulu laut yang ditimbun, tapi lokasi ini yang lebih rendah. Makanya kalau pasang air laut sedikit, langsung banjir. Tapi ini sudah jauh berkurang tingginya.

Ia mengatakan, kondisi banjir rob yang ada sudah terjadi sejak lama. Bahkan saat dirinya masa kecil.

"Kalau dulu warna airnya hijau dan sepinggang orang dewasa. Kami sering berenang sama kawan-kawan, tapi sekarang warna airnya sudah sedikit coklat, mungkin karena sudah padat penduduk," ujarnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved